Jimi ni Sugoi ~ Pretty Proofreader

Browse By

Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
https://reviewdramaasia.com/2016/12/24/jimi-ni-sugoi-pretty-proofreader/

Profil / Sekilas

  • Judul Drama: Pretty Proofreader (Dalam bahasa Inggris) / Sederhana itu Keren!: Etsuko Kono si Gadis Copy Editing ( secara harfiah )
  • Judul dalam Romaji: Jimi ni Sugoi! Koetsu Garu Kono Etsuko
  • Judul bahasa Jepang: 地味にスゴイ! 校閲ガール・河野悦子
  • Sutradara: Toya Sato
  • Genre: Romance, workplace drama
  • Penulis: Ayako Miyagi (novel ), Mayumi Nakatani
  • Stasiun TV: NTV
  • Episodes: 10
  • Tanggal rilis: October 5, 2016 —
  • Jam tayang: Rabu 22:00

Cast / Pemain

Sinopsis

001-1_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Kono Etsuko memiliki impian yang sangat besar. Di umurnya yang 28 tahun, ia ingin sekali menduduki jabatan Editor in Fashion di Keibosha, salah satu penerbit ternama di Jepang. Keibosha memproduksi banyak merek majalah dan novel, salah satu majalah yang sangat berpengaruh bagi Etsuko adalah Lassy. Fashion musiman berikut edisinya seolah sudah tertanam rapi di kepala Etsuko. Ia menjawab wawancara di Keibosha dengan sempurna dan menunjukkan kecintaannya terhadap Lassy.

002_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi003_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Dan, ya. Ini adalah wawancaranya yang ke-7 sejak lulus S1. Keibosha yang selalu membuka rekrutmen tiap tahunnya sangat takjub melihat tekad Etsuko yang ingin jadi editor majalah Lassy. Tapi.. sayang tahun ini Lassy tidak membuka lowongan Editor.

004_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Apakah Etsuko akan menyerah? Tentu tidak. Ia malah makin percaya diri dengan idenya untuk meningkatkan penjualan. Meski orasinya yang menggebu-gebu hanya ditanggapi oleh desah bosan para pewawancara, Etsuko tetap ceria.Ia sangat berharap bisa diterima menjadi editor Lassy. Semangat!

Dan begitu notifikasi telepon menghampiri HPnya, Etsuko langsung menangis meraung-raung. Ia diterima di perusahaan Keibosha!

005_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

… Tapi sebagai proofreader.

Padahal Etsuko sudah semangat melayangkan sapa pada tim editor Lassy, namun kenyataan berkata lain. Departemennya bukan di sana. Ruang kerjanya yang baru ada di lantai bawah tanah, di ujung koridor. Ya. Departemen Proofreading (Koetsu)

010_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Departemen Lassy Magazine

007_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Proofreading yang dinilai plain atau biasa bagi masyarakat Jepang. Proofreading yang memeriksa kesalahan teks dan tipografi. Proofreading yang mengecek kejanggalan dalam teks dengan kondisi yang sebenarnya. Proofreading yang jauh berbeda dengan Kono etsuko yang terlihat bersinar-sinar.

008_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Departemen Proofreading. Beda banget yak. :D

009_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi011_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Saat ditanya, “Kenapa aku malah di Departemen Proofreading? Bukankah aku melamar menjadi Editor Lassy?” Mereka menjelaskan bahwa Lassy tidak menerima editor tahun ini. Namun Goro Kishitani, Manager divisi Proofreading berbaik hati menawarkan jabatan itu pada Etsuko. Ia sempat menggoda bahwa mungkin saja Proofreading (Koetsu) memang takdirmu. Koetsu jika dijabarkan menjadi Kono Etsuko,which is nama panjang gadis itu. Yang benar saja!

Namun akal sehat Etsuko berkata lain. Mungkin saja kesempatan menjadi editor Lassy akan jauh lebih besar jika ia menjadi orang dalam. Akhirnya dengan semangat alih-alih lesu, Kono Etsuko pun bekerja menjadi staf di departemen Koetsu.

013_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

014_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Dan itu juga yang menakdirkannya bertemu dengan pangerannya. Pangeran tampan yang tidak sengaja ditemuinya di depan pusat kebugaran. Pria yang membuat Etsuko jatuh cinta pada pandangan pertama.

Review

018_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Piyamanya Etsuko. Unyu banget ya :D

One word: Suki! Saya nagih banget nonton drama ini, meski sejauh ini baru disub sampai episode empat. Awalnya saya kurang suka dengan tampilan Etsuko di sini, karena fashionnya yang total. Hahaa. Nggak ding, kalau masih dalam batas wajar saya masih demen. Tapi kalau udah pakai baju berbulu-bulu untuk ke kantor saya angkat tangan.

Tapi buat yang suka dengan drama yang oshare (fashionable) boleh banget nonton ini. Etsuko yang ceria dan berseri-seri hampir setiap saat ganti baju. Bahkan piyamanya pun unyu banget!

015_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Selain itu, Karakter Etsuko juga menarik. Dia nggak segan-segan ngomong apa yang ada di dalam kepalanya, dengan cara berbicara yang cepet banget. Etsuko bisa menjadi sahabat yang menyenangkan dan musuh yang mengerikan jika kita mengusiknya. Tapi sebagian besar karakter ini menampilkan sifat ceria, jadi enak banget buat ditonton.

016-1_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Dan satu poin menarik lainnya adalah Yukito Orihara! Beliau diperankan oleh Suda Masaki. Yes, that fashion designer in Princess Jellyfish. Suda Masaki memerankan tokoh yang menurut saya, ideal person dari seorang laki-laki. Yukito Orihara memiliki semua karakter yang memenuhi syarat buat kita ‘klepek-klepek’. Rendah hati, sederhana, lembut, polos, berpikiran luas, dan pintar. Saya suka banget perannya di sini. Dia jadi masked writer (penulis yang identitasnya disembunyikan) merangkap model gara-gara lagi butuh uang. Model sederhana yang jauh dari hingar bingar dan kemewahannya.

017_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Yes, I’m not talking about perfect mannequin guy with a dreamy look. Yukito Orihara terlihat membumi dan sederhana. Tatapan matanya humble, ketawanya tulus banget, gerak gerik tubuhnya natural, dan chemistrynya pas banget dengan Kono Etsuko. Jimi ni Sugoi baru disub sampai episode 04. Saya yang nggak sabar nunggu subnya keluar pun akhirnya nonton dengan bahasa Jepang saya yang pas-pasan. And it was worth it! Saya jatuh cinta banget sama karakter Yukito Orihara. Empat jempol buat Suda Masaki yang memerankannya dengan brilian.

Selain dua karakter utama yang menarik, poin plus lainnya adalah proofreading. Terlihat sekali etos kerja Jepang yang memang pol maksimal. Departemen proofreading Keibosha mengecek kejanggalan tidak sebatas kesalahan pengetikan, tapi juga kewajarannya di dunia nyata.

021_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Misalnya novel pembunuhan yang melibatkan TKP. Sang proofreader sampai rela membuat miniatur reka ulang supaya novel tersebut terlihat wajar, atau datang ke lokasi dalam novel untuk ‘melihat’ apa yang tokoh utama ‘lihat’.

Yang paling geli waktu episode 4, saat Kono Etsuko mengerjakan sebuah buku yang melibatkan Kopi Luwak. Kopi Luwak pada dasarnya adalah kopi yang melalui proses pencernaan Luwak dan dikeluarkan bersama feses. Kebayang kan, biji kopi yang bercampur dengan kotoran? Etsuko sampai berantem gara-gara penulis menceritakan “Kopi terbaik adalah kopi luwak. Menyegarkan dan cocok dengan aroma pagi.”

“Kopi dari ‘hajat’ bisa memberi kesan menyegarkan? Anda yakin dengan itu?” Sembur Etsuko.

019_review_drama_jepang_japanese_jimi_ni_sugoi_suda_masaki_ishihara_satomi

Bicara masalah menyegarkan, bisa dibilang drama ini seger banget. Karakter Ishihara Satomi yang ceria, Suda Masaki yang unexpectedly charming, baju fashion yang selalu berganti-ganti, pekerjaan proofreading yang menarik, dan persahabatan antar karakter yang bikin heartwarming, membuat drama ini terlihat kaya. Drama ini memang mengandung genre 30% romance dan 70% workplace. Jadi kalau berharap lebih dengan romance seperti drama lain, kemungkinan besar akan kecewa. But still, saya suka banget drama ini dan tetep merekomendasikannya untuk temen-temen yang suka menonton ‘paket lengkap’. :)

 

 

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
https://reviewdramaasia.com/2016/12/24/jimi-ni-sugoi-pretty-proofreader/

One thought on “Jimi ni Sugoi ~ Pretty Proofreader”

  1. Mizz yu says:

    Suka jg nich nonton ni dorama. Dorama japan mang unik2 en gak pasaran ceritanya. Baru tw klo ad pekerjaan kek gini y. Kirain ini kerjaannya bagian editing. Ternyata bukan y. Dibawahnya lagi. Tapi justru kerjanya lebih berat, he… Suka liat hubungan si etsuko sm editornya. Ngakak liat mereka berantem terus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *