Drama Jepang Suna no Tou~Menara Pasir

Browse By

Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2017/02/09/drama-jepang-suna-no-tou-menara-pasir/

Sekilas / Profile

  • Judul Drama: Menara Pasir (arti secara harfiah) / Tower of Sand
  • Judul Romaji: Suna no Tou ~ Shiri Sugita Rinjin
  • Judul dalam bahasa Jepang: 砂の塔~知りすぎた隣人
  • Sutradara: Ayuko Tsukahara
  • Penulis: Natsuko Ikeda
  • Stasiun Televisi: TBS
  • Genre: Family
  • Episode: 10
  • Tanggal rilis: 14 Oktober 2016
  • Jam tayang: Jumat 22:00
  • Bahasa: Jepang
  • Negara: Jepang

Cast

Sinopsis

011-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Aki Takano (diperankan oleh Kanno Miho) sangat berbahagia hari ini. Ia resmi pindah ke Sky Grand Tower, sebuah apartemen bergengsi di daerah Tokyo, lantai 25. Di hari kepindahannya, Aki Takano dan keluarga tidak bisa menyembunyikan binar-binar yang meluap. Bagaimana tidak? Fasilitasnya sangat lengkap, keamanan yang terjamin, dan ruangan apartemen yang luas benar-benar membuat mereka tercengang. Apalagi mereka mendapatkannya dengan harga murah. Hal ini sungguh di luar dugaan bagi Aki yang hanya orang desa biasa. Ia berharap bisa memulai hidup bahagia bersama suami dan dua anaknya, Sora (TK) dan Kazuki (SMA).

003-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Aki kira begitu. Sampai tiba hari pertama Sora masuk TK, Aki berpapasan dengan para Ibu-ibu elit yang mengenakan busana bermerk. Aki yang berpakaian seadanya sempat dilecehkan dengan kata-kata implisit yang berselimut senyuman. Akhirnya ia mengerti, bahwa ada peraturan tidak tertulis yang selama ini dianut oleh ibu-ibu kurang kerjaan itu. Ya. Sebuah hirarki yang menentukan caramu bersikap.

005-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Tinggi atau tidaknya statusmu ditentukan oleh lantai apartemen tempat kau tinggal. Hiroko Aso adalah pemegang wewenang kekuasaan tertinggi, karena tinggal di lantai paling atas, lantai 50. Aki agaknya mesti bersyukur karena ia tinggal di lantai 25, karena ada yang lebih rendah dari dirinya. Aki pun mau tak mau harus mengikuti gaya hidup mereka, agar Sora juga memiliki teman di sana.

001-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Kepindahan Aki ke Sky Grand Tower bertepatan dengan kasus Hamelin yang cukup mencemaskan warga sekitar. Anak-anak kecil diculik, dan meninggalkan jejak pakaian mereka disertai bunga berwarna kuning. Anehnya, polisi tidak menemukan tanda-tanda paksaan. Karena itu kasus ini dinamakan kasus Hamelin.

Hamelin adalah kisah legenda yang  terkenal dari Jerman. Kisah tentang seorang peniup suling yang sakit hati karena jasanya mengusir tikus oleh bunyi seruling tidak dibayar oleh penduduk setempat. Akhirnya ia menggunakan kemampuan sulingnya untuk menghipnotis anak-anak agar mengikutinya.

Persis seperti Hamelin, anak-anak yang diculik pun tidak ada tanda-tanda paksaan. Tapi ada satu yang aneh. Anak-anak yang diculik itu selalu dari orang tua yang bermasalah.

002-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Di tengah hingar bingar kasus itu, Aki Takano bertemu dengan Yumiko Sasaki (diperankan oleh Nanako Matsushima), tetangganya yang cantik memikat. Yumiko bekerja sebagai guru perangkai bunga. Ia sangat baik hati, meski terkesan misterius. Aki sangat bersyukur, di tengah ibu-ibu aneh yang agak janggal kehidupannya, ia bertemu dengan Yumiko yang bisa diajak berdiskusi.

010-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Selain itu, pertemuannya dengan Kohei Ubukata (diperankan oleh Takanori Iwata), tetangganya di masa lalu, kadang-kadang mendorong Aki untuk mencetuskan kebohongan. Kebohongan yang membuat penderitaan hidup Aki semakin berkepanjangan.

Review

009-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Saya suka banget tipe drama kayak gini. Agak aneh juga melihat ibu-ibu yang playing bizzare role hanya untuk mendapat status sosial yang berarti. Saya ngerti sih di Jepang sistem hirarkinya kentara banget. Baik di perusahaan, maupun di organisasi manapun. Tapi kalau sampai diterapkan juga ke kehidupan Ibu-ibu yang notabene harusnya fokus sama anaknya, agak berlebihan juga ya. Hahaha.

Tapi saya teringat juga Mother Game. Hierarki Ibu-ibu yang ditentukan penghasilan suaminya dalam setahun. Saya kira ceritanya hampir mirip dengan Mother Game, tapi Suna no Tou ternyata lebih kompleks. Selama saya nonton, saya selalu menebak-nebak dan berprasangka, hingga akhirnya kasus Hamelin ini ternyata lebih memilukan daripada yang saya kira.

004-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Nanako Matsushima benar-benar bertransformasi. Di drama musim panas sebelumnya, ia berperan sebagai Manager tegas di perusahaan advertising, Eigyou Buchou Kira Natsuko. Sekarang perannya mirip-mirip dengan Akari Mita, di Kaseifu no Mita. Kalau Mita-san dulu, benar-benar robot tanpa nyawa. Kalau di Suna no Tou perannya sebagai ibu-ibu cantik dan misterius. Auranya memikat dan serem at the same time. Kontras dengan peran Kanno Miho yang pure dan polos. Ceria dan cenderung bertindak apa adanya.

006-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Saya hooked banget sama konfliknya yang rumit dan di luar dugaan. Satu per satu puzzle terungkap, dan menampakkan fakta yang cukup membuat hati teriris. Saya suka banget sama karakter Kazuki Takano (diperankan Hayato Sano), anak Aki Takano yang masih SMA. Karakternya misterius, dan cukup charming. He’s playing a good son / brother who hides a lot of things inside his fragile body.

007-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama012-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Dan setara dengan Hayato Sano, saya juga nggak nyangka sama character development dari Kohei Ubukata (diperankan oleh Takanori Iwata). Ah, terlalu banyak kejutan di drama ini, dan nilainya pun saya dapet banget. Pengorbanan seorang Ibu sangat luar biasa terhadap anaknya, yang kadang melebihi akal sehat. Selain itu sulit sekali menjadi Ibu yang baik di tengah konflik sosial Jepang yang melanda. Tradisi ijime (bullying) yang sepertinya masih kental juga membuat saya agak miris hati. Sebenarnya saya banyak banget melihat drama bergenre ijime antar Ibu-ibu begini. Di Career,  salah satu kasusnya pun ada yang tentang hirarki ibu-ibu dan bullying. Mungkin Jepang lagi mengangkat ini sebagai isu sosial mereka?

008-Suna-no-Tou-Review-Drama-Jepang-Asia-Japanese-Drama

Terlepas dari itu, drama keluarga ini sangat mengharukan dan menegangkan. Saya bingung lagi harus berkata apa, karena benar-benar di luar ekspektasi. Keren!

Rating dari saya, 9/10. Recommeded pake banget! 😀

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2017/02/09/drama-jepang-suna-no-tou-menara-pasir/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *