japanese-vs-korean-drama-remake
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/11/28/part-i-japanese-vs-korean-review-list-of-remake-drama/

Konnichiwa! Annyeong!

Akhir-akhir ini saya tertarik banget membuat list/ daftar drama remake Jepang vs Korea. Dua-duanya memiliki penggemar setia, jalan cerita yang menarik, dan aktor-aktris yang berkesan di hati. Tapi, tahukah temen-temen, kalau beberapa drama yang kalian tonton adalah remake atau dibuat ulang?

Nah untuk kali ini saya membuat listnya ya. Saya pribadi penikmat sejati drama Jepang, dan jarang banget nonton drama Korea kalau nggak kepepet. Mianhae.. Padahal saya dulu sempat suka banget nonton Korea lho. Cuma setelah kepincut drama Jepang, saya berhenti total nonton Korea. Mungkin karena drama Jepang lebih sedikit dan padat episodenya ( 7 – 12 episode kira-kira. Kecuali Itakiss Love in Tokyo, yang sampai 16 episode dan morning drama yang episodenya sampai ratusan). Saya jadi nggak sabar nonton Korea yang banyak banget episodenya. Hiks.

But don’t worry! Saya berusaha mengumpulkan review dan pendapat tentang drama korea dari netizen-netizen kredibel yang sudah menontonnya. Semoga membantu, dan sharing-sharing pengalaman kalian juga ya saat menonton kedua jenis drama ini. :)

Japanese – Jyoou no Kyoushitsu (2005) VS
Korean – The Queen Classroom (2013)

Japanese – Jyoou no Kyoushitsu (2005)

japanese-vs-korean-jouou_no_kyoshitsu

 

SEKILAS

  • Judul: 女王の教室 (じょおうのきょうしつ)
  • Judul (romaji): Jyoou no Kyoushitsu
  • Judul Bahasa Inggris: The Queen’s Classroom
  • Format drama: Renzoku
  • Genre: School, human drama
  • Episodes: 11 + 2-part special
  • Rating: 16.9
  • Stasiun TV: NTV
  • Periode Tayang: 2005-Jul-02 to 2005-Sep-17

Yuki Amami berperan sebagai Maya Akutsu, guru kelas 6 SD yang berpakaian serba hitam saat mengajar. Semua orang memanggilnya “Oni Sensei” yang artinya guru setan. Akutsu Sensei menerapkan peraturan-peraturan yang membuat anak-anak gigit jari. Nilai yang lebih tinggi saat tes senin pagi mendapat keistimewaan khusus, tidak boleh ke toilet selama kelas berlangsung, dan murid bernilai rendah bertugas piket membersihkan toilet atau kelas. Kadang Akutsu Sensei membuat Kanda Kazumi (diperankan Shida Mirai) takut. Namun Kazumi menyadari nilai yang bisa diambil, meski guru serba hitam itu tidak kunjung menunjukkan senyumnya.

 

Saat murid-murid menjeritkan protes dan ketidakadilan, Maya mencoba untuk membuka mata mereka. Realita dalam masyarakat Jepang, semua yang bekerja keras dan memiliki pengaruh akan mendapat hak istimewa. Orang yang malas dan kurang berusaha akan dilupakan. Dia bilang hanya 6 dari 100 orang yang berhasil hidup bahagia di Jepang. Hanya para Elit yang bisa mengecap keuntungan dan mengakses layanan medis. Dia bilang bahwa, sebagai produk dari sekolah negeri, mereka kesulitan untuk mendapatkan sesuatu. Banyak yang berakhir jadi orang biasa, sedangkan mereka yang di atas akan bahagia tanpa bekerja di bidang sektor pelayanan. –dramawiki

Review dari saya:

Drama ini dark banget. Dan jepang selalu mengusung ‘ada sebab di balik suatu tindakan’. Itu juga yang membuat saya berpikir, kenapa Akutsu-Sensei bisa setega itu dengan muridnya. Ia memicu murid untuk berpikir sendiri. Keluar dari masalah yang sesungguhnya mereka ciptakan sendiri, atau orang lain yang menciptakannya. Pada adegan klimaks, masih terngiang Maya Akutsu setengah berteriak, “Buka matamu!”. Maya Akutsu merupakan entitas pembuat masalah dalam lingkungan sempit, yang memaksa murid untuk berpikir sendiri. Mencari jalan keluarnya sendiri tanpa bantuan orang lain, tanpa ada kesan menggurui dan terlalu banyak ceramah.

Plot bergulir mulus dan jenius, menampakkan satu per satu alasan, latar belakang, dan benang merah yang menghubungkan semuanya. Saya pribadi standing applause. It was really an impressive drama. SP ( Special )nya juga berkesan. Buat yang nonton main dramanya, jangan lupa nonton SPnya juga ya. Karena semua rahasia terkuak di sana. :)

Review akiatalking.com

Tema dari Jyoou no Kyoushitsu adalah kritik terhadap masyarakat Jepang. Karakteristik masyarakat Jepang yang modern adalah budaya berpikir kelompok, kekerasan di beberapa tempat, dan ketergantungan-berlebih terhadap norma sosial dikupas tuntas di sini. Maya Akutsu sebagai aktor yang menguliti semua fakta itu, di depan anak kelas 6 SD sebagai audiencenya. Murid kelas 6 SD ini sebagai perwakilan untuk memperbaiki masyarakat agar mereka merobek habis stereotip dan menjadi independen, warga yang aktif, dan berusaha keras memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Untuk memperbaiki sesuatu, memang lebih baik melalui akar bukan?

Setting cerita adalah alat bantuan bagi penonton dan pemeran untuk masuk ke dalam proses. Cakupan orang dewasa itu luas. Sedangkan anak kelas 6 SD itu sempit. Konsepnya bisa berjalan sederhana tanpa terlalu sederhana, dengan cakupan yang lebih dipersempit. Sebuah sense of isolation. Murid kelas 6 SD yang bertahan di lingkungan terisolasi, dan mau nggak mau harus mencari solusi dan menghadapinya. Masalah utama di sini adalah Akutsu Maya, si guru ‘setan’. Ya, Akutsu Maya adalah personifikasi dari ‘masyarakat’ yang jadi masalah dari topik ini. Beliau mengisolasi para murid dari bantuan orangtuanya. Memaksa mereka mencari pintu keluar tanpa bantuan siapapun.

Cerita ini tidak hanya untuk menghibur, tapi juga menyampaikan pesan kuat mengenai pendidikan, kehidupan, dan persahabatan. Secara esensial, drama ini memiliki semua aspek yang membuatnya pantas dijuluki “Sangat bagus”.- bubbleteedramas

Korean – The Queen Classroom (2013)

japanese-vs-korean-the_queens_classroom

 

SEKILAS

  • Judul: 여왕의 교실 / Yeowangui Gyosil
  • Juga dikenal sebagai: Class of The Queen
  • Genre: Drama, comedy, school, human,
  • Episodes: 16
  • Stasiun TV: MBC
  • Periode Tayang: 2013-Jun-12 to 2013-Aug-01

 

Drama berkisah tentang Ma Yeo Jin (Ko Hyun Jung), guru kelas 6 SD dan muridnya, Shim Hana (Kim Hyang Gi), dll yang melawan ‘kesewenang-wenangan’ Ma Yeo Jin

Ma Yeo Jin sangat realistis terhadap muridnya. Dia juga mengungkapkan bahwa bertahan di dunia ini adalah tugas yang sulit. Biasanya guru akan menjadi perisai bagi muridnya, namun lain bagi Ma Yeo Jin. Ia bertindak sebagai otoritas. Ia pemegang kekuasaan absolut atas kelasnya.

Semua murid kelas 6-3 melawan peraturan Ma Yeo Jin yang sulit dipahami. Kadang mereka menolong satu sama lain, kadang mereka mengkhianati satu sama lain. Pada akhirnya mereka sadar akan kenyataan dan mulai memiliki perspektif masing-masing tentang dunia. Biasanya guru menjadi pelindung bagi muridnya, namun ini lain.

Ma Yeo Jin adalah guru dengan tembok penghalang yang tinggi. Ia tidak akan membiarkan temboknya dilampaui oleh murid-muridnya. Ceritanya yang cukup kuat menunjukkan arti kebahagiaan yang sebenarnya bagi murid-muridnya.

Review akiatalking.com

Dalam remake drama Korea, sense of isolationnya runtuh. Orang tua dan guru lain selalu ikut serta. Saat para murid bingung dalam pemecahan masalah, orang tua dan guru lain bisa saja datang. Selain itu, di seri jepangnya, Akutsu Maya adalah guru surreal yang misterius dan berada di dunia yang berbeda. Tidak tersentuh ruang dan waktu. Sedangkan versi koreanya lebih fleksibel. Sebenarnya ini membuat perspektif murid terhadap guru jadi lebih sinis. Keadaan yang diciptakan di skenario kurang memaksa murid untuk menggali lebih dalam tentang potensi mereka.

Dalam beberapa kondisi, perbedaan ini juga representasi antara masyarakat Jepang dan Korea. Keluarga yang berantakan menjadi isu serius di Jepang. Ini membuat anak-anak merasa kesepian dan terisolasi. Sebaliknya, perkembangan plot versi Korea tidak terlalu menuju sampai ke sana. Yang menjadi isu kuat adalah orang-tua-yang-terlalu-ikut-campur.

So if a show can be so gut-wrenchingly terrible that one is compelled to write thousands of words explaining why, then Queen’s Classroom is so uplifting and heartwarmingly good that thousands of words can’t do it justice – dramabeans

Japanese – Hana Kimi Ikemen Paradise (2007) VS
Korean – To the Beautiful You (2012)

Japanese – Hana Kimi Ikemen Paradise (2007)

japanese-vs-korean-hanazakari-no-kimitachi-e

SEKILAS

  • Judul: 花ざかりの君たちへ
  • Judul dalam Romaji: Hanazakari no Kimitachi e (Season 1)
  • Judul Bahasa Inggris: For You in Full Blossom
  • Tagline: イケメン♂パラダイス / Ikemen Paradise
  • Biasa dikenal sebagai: Hana Kimi
  • Genre: comedy, romance, school
  • Stasiun TV: Fuji TV
  • Episode: 12
  • Ratings: 17.3 (Kanto)
  • Periode Tayang: 2007-Jul-03 to 2007-Sep-18

Ashiya Mizuki nekat terbang dari California ke Osaka, untuk bersekolah di sana. Jika sekolahnya biasa saja, mungkin tidak apa-apa. Tapi ini sekolah dan asrama Pria! Mizuki yang notabene wanita harus menyamar menjadi Pria. Ya, semua itu hanya untuk Atlit lompat tinggi, Sano Izumi, idolanya yang sudah dua tahun berhenti lompat tinggi.

Review dari saya:

Tidak bisa dipungkiri Hana Kimi ini paling meledak-ledak. Nilai humor, cinta, persahabatan, dan kehidupan bercampur balance di sini. Daya tarik drama ini tentu saja Nakatsu Shuichi. Banyak sekali netizen yang terkena sindrom second male lead gara-gara nonton Nakatsu. Dia lucu bangettt. Kocak. Baik hati. Dewasa, dan semuanya. Belum lagi anggota-anggota asrama lainnya yang memiliki ciri khas. Kalau kalian suka slapstick dan humor ‘lebay’, kalian bakal betah nonton drama ini. Semua detail gerak gerik kocak banget. Saya suka banget memperhatikan semua murid kalau lagi ada kontes asrama. Mereka total banget walau bisa dibilang figuran dan tidak terlalu banyak dialog.

SAYA SUKA BANGET SAMA NAKATSU! OMG. *KYAAA. Dia sangat lucu dengan joget “Aku-Bukan-Homo”nya dan pikiran “Kurasa-aku-beneran-homo-tapi-yah-nggapapalah-kejar-Ashiya-selagi-bisa” LOLOLOLOL. – Excitingforxyangel

 

All in all, it’s actually a very funny show (differing degrees based on which version you watch). The plot is universal, pretty much, maybe tiny differences between them like which sport the male lead does – reviewbykristen

 

There is a strong fantasy, fun, tongue-in-cheek feel to it that is distinctly manga-esque. Everything is larger-than-life, random and amusing. Practically right away, I found myself completely hooked. – the fangirlverdict

Korean – To the beautiful You (2012)

japanese-vs-korean-to_the_beautiful_you-p5

SEKILAS

 

  • Judul: 아름다운 그대에게 / Areumdawun Geodaeege
  • Biasa dikenal sebagai: To the Beautiful You / Hana Kimi / For You in Full Blossom
  • Genre:  Comedy, romance, youth
  • Episode: 16
  • Stasiun TV: SBS
  • Periode tayang: 2012-Aug-15 to 2012-Oct-04

 

Kang Tae-Joon adalah atlit lompat tinggi yang handal. Namun luka yang dideritanya membuatnya vakum menekuni lompat tinggi. Perempuan bernama Koo Jae Hee (Sulli) ingin menolong idolanya. Ia rela menyamar dan tinggal di asrama pria demi idolanya!

Review by heebellesbookweb

To the beautiful you menampilkan cast yang sudah bersinar, seperti Minho Shinee dan Sulli f(x). Lee Hyun Woo dari God Of Study dan Equator Man juga memiliki peran penting di sini. Yes, to the beautiful you yang bertabur bintang ini memang jadi salah satu daya tarik yang cukup signifikan.

Minho dan Sulli sangat cocok untuk perannya. Cast yang lain pun bermain sangat apik, sesuai porsi. Dibanding dengan versi Taiwannya, alasan Jae Hee pindah sekolah juga lebih jelas. Ia ingin bertemu dengan Tae Joon untuk membuatnya kembali melompat. Jae hee merasa termotivasi dan lebih percaya diri saat melihat Tae Joon berkompetisi di Amerika.

Tapi, versi Jepang memiliki jalan cerita yang lebih jelas daripada versi Koreanya. Jalan cerita versi Jepang sangat cantik, mulus, dan tidak membingungkan. Namun aku merasa bingung dengan versi Koreanya. Agak berantakan. Banyak karakter yang bermunculan tanpa alasan. Kenapa orang ini begitu jahat terhadap Tae Joon? Alasannya apa

Dan aku juga kecewa karena tidak bisa melihat versi koreanya Kayashima Taiki, cowok yang bisa lihat hantu di versi Jepang. (TT)

Drama ini bukan cuma bercerita tentang cinta cintaan, banyak pesan moral yang kita bisa dapet disini. Dari harapan dan impian menjadi nyata karena keajaiban, dan keajaiban adalah nama lain dari kerja keras – Asridaa

 

Honestly speaking it sucks and not really up to my expectation. I don’t really like the meter of seriousness it gives me giving that the fact this is adaptation from a manga. – excitingfoxyangel

 

The Korean version is relatively serious. While there are some funny bits, for the most part it’s rather grave. There is no cursing, but a wee bit of violence (the female antagonist likes to hit the HLTM (Hopeless love triangle member) on the head and act like he’s attacking her) – reviewsbykristen

 

Gimana nih pendapat kalian? Bagusan versi Jepang atau Korea? Sharing pendapat kalian yaa.

Nah, masih banyak lho drama remake Japanese / Korean yang menarik untuk dibahas. Lanjut ke part 2, yuk. :)

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/11/28/part-i-japanese-vs-korean-review-list-of-remake-drama/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>