00_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/05/04/sinopsis-episode-01-part-01-dame-na-watashi-ni-koishite-kudasai/

01_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Shibata Michiko (Kyoko Fukada) menatap buku tabungan dalam  kegelapan. Nominal yang tertera di sana sungguh naas. Tinggal 826 yen, plus recehan di dompet usangnya. Belum lagi perutnya yang tiba-tiba bunyi. Akhirnya, malam itu ia harus puas dengan kol parut plus saus mayonaisse untuk mengganjal perut.

02_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Siapapun mengira Michiko tidak punya uang bukan? Ya, ia memang tidak punya uang. Namun ia punya kartu. Kartu ajaib yang tinggal gesek kita bisa mendapatkan apapun yang kita mau. Betul, esoknya Michiko malah belanja dengan kartu kredit. Yang lebih kagetnya lagi, ia bukan belanja untuk dirinya sendiri. Ia belanja untuk seorang pria yang masih di bangku kuliah. Namanya Junta-kun. Belum lagi ia mentraktir Junta-kun untuk makan steik tenderloin, makanan favorit Michiko. Michiko ini ngefans banget sama daging. Dia Cuma bisa menatap dengan mata memelas saat Junta-kun menyesap sari-sari daging di lidahnya. Belum lagi sekelilingnya yang melahap daging dengan lahap, membuat Michiko semakin nelangsa. AKU INGIN MAKAN DAGING!

04_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Akhirnya Michiko bertekad menemukan pekerjaan di umurnya yang 30 tahun. Saat ia diinterview, sang pewawancara bertanya: kenapa kamu tidak mengisi skill khusus? Biasanya karyawan baru mengisi skill seperti bahasa inggris, izin menyetir, dsb. Tapi form Michiko kosong melompong. Mendengar kata ‘biasanya’ ia teringat saat-saat menyedihkan ketika bekerja di kantornya terdahulu. Wajah atasannya terpampang lagi dengan jelas, lengkap dengan ekspresi marah dan teriakan “BODOH”nya.

05_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Michiko menggeleng kuat-kuat, berusaha menampik kenangan buruk itu. Di tengah perjalanan, ia bertemu teman kantornya dulu, Fujimo-chan. Ternyata dia mau menikah! Melihat temannya yang satu lagi juga sedang mengasuh anak, membuat Michiko semakin iri. Kehidupan normal yang langka benar-benar menyilaukan baginya.

06_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Lalu Michiko melihat buku Dokter Ranger, idola anak kecil yang sedang terkenal saat itu. Detik itu juga Michiko mempraktikkan Dokter Ranger berubah. Fujimo-chan dan Temannya melongo sambil geleng-geleng kepala. Ternyata Michiko masih hobby akan hal-hal seperti itu. Saat disinggung akan Junta-kun yang mirip salah satu personel Dokter Ranger, Michiko langsung berbunga-bunga. Tapi kedua temannya heran. “Apa kau masih menyokongnya?” Michiko lebih suka menyebutnya “bentuk kasih sayang”.

Tapi saat diingatkan akan “masa depan” oleh kedua temannya, mau tak mau Michiko mikir juga. Apa benar ia memiliki masa depan dengan anak kuliahan itu? Apalagi umurnya yang sudah mencapai 30 tahun.

07_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Besok, Michiko pun akhirnya memberanikan diri bertanya pada Junta. “Apakah Junta pernah memikirkan masa depan?” Tanya Michiko. Tapi jawaban Junta sangat mengecewakan. Junta tidak ingin repot memikirkan masa depan. Ia ingin hidup dengan bahagia. Itu saja. Dia bahkan berpikir pernikahan adalah hal yang merepotkan.

“Junta-kun, apa yang kamu pikirkan tentang aku?”

“Michiko-san? Hmmm… Menurutku Michiko-san mirip seperti anjing peliharaanku yang mudah akrab dengan orang-orang di sekelilingnya. Junta bahkan menunjukkan foto anjing peliharaannya. Lucu siiih. Tapiii.

17_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Michiko kecewa berat. Ia pulang dengan lunglai dan perut lapar. Dari kejauhan, ia mendengar suara kucing mengeong, yang menuntunnya ke sebuah makanan kaleng. Untuk kucing, sih. Tapi perut Michiko sudah tidak bisa diajak kompromi. Apalagi makanan kucing itu daging kualitas terbaik. Michiko yang 80 persen tubuhnya dari daging mulai mengambil makanan kaleng di bawah kursi taman itu.

08_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Sebentar lagi dapat. Sebentar lagi dapat.

Sampai sebuah suara memanggilnya. “Shibata?”. Orang yang paling tidak ingin dilihat Michiko datang. Ternyata itu adalah atasannya yang galak dulu, Kurosawa Ayumu (diperankan Dean Fujioka). Michiko memekik, “Shunin?!” Shunin itu panggilan untuk leader in charge. Semacam team leader gitu kali ya.

Insting Michiko Cuma satu: kabur. Dia langsung berancang-ancang tancap gas, tapi nasib berkata lain. Ia hampir tersandung, namun Shunin berhasil menangkap tangannya.

“Kau lagi ngapain sih?” tanya Shunin heran.

“Aku berusaha kabur dari musuh bebuyutan, tapi sekarang tertangkap.” Ucap Michiko polos.

“Hah!?”

“T-t-tidak!”

“Kau merawat kucing?” kata Shunin sambil melihat makanan kucing kalengan yang dipegang Shibata.

“Anjing.” Kata Michiko tanpa tenaga. “Aku tidak lebih dari seekor anjing. Aku pun lebih rendah dari kucing. Daging. Aku ingin makan daging.” Michiko mulai meracau, sementara Shunin makin bingung.

“AKU INGIN MAKAN DAGIIING!” Michiko malah nangis di tengah jalan! Shunin kelabakan. Namun akhirnya Shunin langsung menarik tangan Shibata, dan mereka berlari.

“Ikut aku”

10_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Shunin membuatkan Michiko sebuah omelete rice yang bertuliskan “Dame” di atasnya. Dame sendiri artinya payah. Selama Shunin menyiapkan hidangan, ia bercerita akan mendirikan kafe kecil. Ia tidak cocok dengan kerja kantoran. Michiko kaget, padahal Shunin termasuk top rank sales di perusahaannya terdahulu. Tapi Shunin lebih suka memasak. Ia akan meneruskan kafe kecil yang dulu milik neneknya itu. Resep omelete rice itu pun resep turun temurun dari neneknya. Dia akan menjadi ‘master’ di kafe itu.

“Aku akan membuka kafe ini, kalau mau, aku akan merekrut kamu.” Kata Shunin. “Bayarannya tidak terlalu banyak, tapi lumayan kan sambil menunggumu dapat kerjaan?”

Apa ini semacam jebakan? Michiko mulai curiga.

“Aku akan memberimu makan juga.”

“Ada makan dagingnya?” tanya Michiko.

“Kurang lebih.”

“Mohon bantuannya!” Michiko langsung setuju.

Michiko pun bisa bekerja mulai besok. Kafe akan buka seminggu lagi. Selain Michiko, ada pekerja lain yang lebih ‘kuat’ darinya. Michiko pun langsung bebenah. Insting wanitanya mendadak muncul. Namun yang datang malah pria-pria seperti yakuza. Ramai-ramai pula! Konon katanya, mereka teman Shunin. Tanda tanya menggelembung besar di kepala Michiko. Shunin itu sebenarnya siapa sih? Kenapa bisa berteman dengan preman? Apalagi saat florist datang membawa bunga, Shunin tahu nama bunga asing itu. Michiko makin geleng-geleng kepala.

11_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

***

Esoknya, Michiko mulai bekerja. Shunin terlalu detail! Debu-debu yang masih menempel dikarantina. Belum lagi frame yang menggantung miring. Michiko jadi pusing. Ditambah dengan satu tugas lagi yang bikin kepala pening. Michiko diminta berkostum bunga matahari untuk membagikan brosur tentang kafe itu. Nama kafe Shunin adalah “Himawari” cafe, karena itu kostumnya bunga matahari. Michiko tidak mau disemprot, akhirnya dia melakukannya juga.

18_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Saat Shunin pergi, Michiko bertukar cerita dengan para gangster yang bekerja di Himawari Cafe. Ternyata Shunin dulu gangster ‘penyelamat nyawa’ mereka. Shunin menghajar habis preman-preman yang hendak membunuh mereka. Sejak itu, Himawari Cafe jadi tempat berkumpul mereka. Tempat penting yang penuh kenangan.

Michiko pun sadar arti dari tempat itu bagi Shunin. Akhirnya dia mau mempromosikan Himawari Cafe dengan kostum bunga matahari lucu! Apalagi saat tau kalau menu makan malam hari ini adalah pork. Semangat Michiko langsung berdenyut naik!

13_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Tapi menyebar brosur ternyata tidak semudah itu. Orang berlalu lalang namun tidak ada yang memperhatikan Michiko sama sekali. Michiko malah disenggol orang sampai terjatuh. Brosurnya bertebaran kemana-mana. Untung ada pria baik yang menolong Michiko. Pria itu juga sempat tertawa melihat tingkah Michiko dalam bunga matahari. Michiko sampai tersipu malu saat pria itu berlalu. Selamat tinggal, pria baik hati yang tidak berjodoh denganku!

14_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Sesampai di rumah, Shunin menyajikan makanan yang tidak terduga. Bento untuk orang dewasa. Bentuknya sangat lucu, sampai-sampai Michiko tidak menyangka Shunin yang membuatnya. Michiko saja sampai bilang “Menjijikkan”. Hahaha.

15_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

Makan siang yang tenang itu terinterupsi oleh masuknya seorang wanita. Awalnya Michiko mengira dia seorang tamu, sampai Wanita itu berbicara pada Shunin.

16_Japanese-Drama_Dame_na_Watashi_ni_koishite_kudasai_episode_01

“Kurosawa-kun, kenapa kamu tidak menjawab teleponku? Apa yang kau lakukan di sini? Berhenti bekerja dan membuka toko seperti ini…  Kamu ngapain sih di sini?”

Shunin tidak menjawab sambil terus mengelap piring. Wanita bernama Akira itu hilang kesabaran. Diambilnya piring itu, dan dibantingnya ke lantai, hingga hancur berkeping-keping.

Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa Akira sebenarnya?

 

Bersambung ke part II yaa..

 

 

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/05/04/sinopsis-episode-01-part-01-dame-na-watashi-ni-koishite-kudasai/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>