0001_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/04/07/part-2-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau-sinopsis-episode-03/

Oto dan Ren pun pergi menuju Komidi putar, berharap akan menyapu pandang ke seluruh prefektur Yokohama dari udara. Namun sayang komidi putarnya sudah tutup.

Tapi walaupun mereka tidak jadi naik Komidi putar, tiket planetarium Ren yang melayang dibawa angin menuntun mereka ke konser piano di dekat sana. Oto dan Ren menikmati konser itu dengan gratis. Tapi hanya sebatas dari luar.

001_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02
002_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02
I love this scene here. Saat Oto dan Ren duduk di kursi berdebu di luar, dan bertingkah seolah itu adalah kursi bernomor resmi. Ini konser pertama mereka. Belum lagi saat mereka ngobrol tentang sebuah tarian. Oto menyebutnya tarian, tapi Ren tidak berpendapat sama. Nama gerakannya Alps Ichimanjaku. Rupanya Alps ichimanjaku itu sejenis permainan tepuk tangan. Mungkin hampir mirip dengan ampar-ampar pisang kali ya. :) Dan mereka berdua pun bermain tanpa cela dengan gerakan yang harmonis. Tawa yang harmonis.

003_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

Musik pun berganti mellow. Pembicaraan Oto dan Ren pun berganti sendu. “Ini hal yang menyenangkan sejak aku pindah ke Tokyo.” Ren pun bercerita tentang jishin jiko, yakni pengumuman ada musibah yang terkait dengan rel kereta. Biasanya jishin jiko berhubungan dengan bunuh diri atau kecelakaan sejenisnya.
Dan di saat itu, orang di sebelah Ren mendecakkan lidah karena kereta akan terlambat.

004_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

“Mendengar dia berdecak, rasanya ada perasaan yang sulit dijelaskan.” ujar Ren sambil mencengkram dadanya. “Karena aku punya urusan lain, aku abaikan perasaan ini. Aku berpura-pura tidak menyadarinya.”

“Enam tahun sudah aku hidup di Tokyo. Dan perasaan ini  masih saja mengganjal.” Ujar Ren sambil menunduk. “Maaf aku mengatakan hal yang aneh.”

005_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02
Oto menggeleng prihatin. Lalu ia mengeluarkan ponselnya. Rupanya Oto menunjukkan foto bunga yang tumbuh di sela bata blok, dekat kotak pos.

Ren menatap foto itu lama, seolah terkesima dengan yang dilihatnya. “Tidak ada hal lain sih di foto itu.” ujar Oto.

Namun Ren memperlihatkan foto hasil jepretannya tadi siang. Foto bunga yang tumbuh di antara bata blok. Foto bunga yang tumbuh dalam keadaan yang sama.

Sugihara menatap Ren dengan pandangan tak percaya. Mereka berdua menatap ponsel mereka dengan rasa takjub yang menyelimuti

006_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

“Itsuka…” (Suatu hari nanti…)

Namun Oto tidak melanjutkan kalimatnya. Dan konser pun selesai.
* * *
007_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02
Oto mengembalikan tiket planetarium milik Ren yang tadi sempat jatuh. Ren menatapnya ragu, namun akhirnya ia ambil juga. Ren baru saja akan ngobrol tentang nama anjing, namun dipotong oleh Oto.

“Itu.. tiket untuk pacarmu bukan?” tanya Oto.
“Apa dia bisa disebut sebagai pacar..” Ren berkata tak yakin.
“Dia pacarmu bukan?” Oto bertanya tak percaya.
“Yah.. Itu bukan masalah..”
“Kamu menyukainya bukan?” Oto terus mengejar.
“Dia orang yang baik. Dia bekerja dengan sangat baik, dan aku mengaguminya.” kata Ren pelan.
“Itu tidak bisa disebut cinta.” Kata Oto dengan pandangan mata yang sulit ditebak.
Ren hanya menunduk.
“Ya bukan urusanku sih.” kata Oto sambil membuka pintu truk.
“Gadis itu sudah punya orang yang ia sukai.”Kata Ren akhirnya. “Mereka berpacaran, namun tidak berjalan dengan baik. Jadi dia bersamaku sekarang.”
Oto hanya menatap Ren dengan pandangan tak percaya. “Aku kecewa.”
“Kenapa?”
“Bodoh!” Oto keluar mobil dengan marah. Meninggalkan Ren yang kebingungan.
Namun baru berapa langkah Oto berjalan, ia membuang tasnya dan berbalik lagi. Kali ini menuju tempat duduk Ren.
Dan Oto pun menciumnya.

008_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

009_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

“Tentu saja karena aku menyukaimu, Hikoshiya-san.”

Dan Oto langsung kabur.

* * *

Hikoshiya-san berjalan menuju apartemennya dalam diam. Mungkin dia tidak menyangka akan ‘diserang’ Oto seperti itu. Ditengah kegalauannya, Ia bertemu Konatsu di depan pintu rumah. Dengan setengah mabuk Konatsu menyapa ren.

010_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

Katanya, Konatsu bakal masuk majalah karena sense fashionnya yang bagus. Di dalam semi-mabuknya, Konatsu keceplosan tentang pekerjaannya yang mendapatkan 100.000 yen dari menemani Om-om kaya berkaraoke.

“Bagaimana dengan teater grupnya?” Konatsu sebelumnya bekerja membuat kostum binatang untuk teater.

“Tidak ada gunanya jika tidak ada uang. Lagipula aku masuk majalah  terkenal.”

“Kamu yakin tidak apa-apa?”

Dan Konatsu terdiam sebelum Haruta datang.

Percakapan mereka pun terputus oleh telepon yang masuk ke ponsel Ren.

* * *

Ternyata telepon yang masuk dari Rumah Sakit. Hinata Kihoko masuk rumah sakit lantaran kepalanya terbentur sesuatu yang keras. Ia didorong oleh seseorang. Kelihatannya sangat serius, karena polisi baru saja keluar dari kamar Kihoko.

Lalu masuk pesan ke ponsel Ren. Dari Kihoko.

011_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

“Aku tidak memiliki keberanian meneleponmu. Jadi aku mengirim pesan.
Ren.. Aku telah banyak berbohong padamu.
Aku memang bekerja di agensi advertising, tapi pekerjaan yang kulakukan bukan seperti yang aku bilang.
Pekerjaanku hanya admin biasa.
Menata daftar list, mengumpulkan dan mengurutkan bon. Pekerjaan yang tidak mungkin diundang dalam meeting.
Semua orang memanggilku Hikage-san.
Hikage-san yang seperti bayangan.
Saat akan bertemu denganmu, aku berganti pakaian di toilet stasiun. Aku bertata rias memakai cermin toilet.
Aku berubah. Dari Hikage-san, menjadi Hinata-san.
Ayahku juga seorang akuntan, sementara ibuku Ibu Rumah Tangga.
Saat temanku melihat orang tuaku, katanya mereka mirip kartun tikus saat mereka tersenyum.
Sejak saat itu aku berhenti tersenyum di depan orang-orang.
Saat berkuliah di Universitas Tokyo, aku berkencan dengan seorang pria. Dia bahkan tidak mengenalkan aku di depan teman-temannya. Saat pertama kali kami tidur bersama, dia malah bilang, “Aku lapar, belikan aku nigiri.” Aku selalu berpikir, jangan-jangan aku akan selalu seperti ini.
Aku tipe orang yang mudah dilupakan, seperti pena yang baru beli, dan membayangkan suatu saat nanti penanya berhenti berfungsi.
Aku tidak bisa berarti khusus bagi seseorang, dan pemikiran itu masih bercokol saat aku berpacaran dengan seseorang.
Lalu aku bertemu dengan pacarku yang sekarang.
Hubungan tanpa ekspektasi apapun. Saat aku bangun di pagi hari pun, yang terpikirkan hanya menyerah. Namun aku merasa masih ada harapan di lubuk hatiku yang terdalam. Saat Ren menyelamatkanku, aku selalu ingin dipeluk seperti itu.
Aku takut Ren melihat diriku yang sebenarnya, jadi aku berbohong.
Aku sangat bahagia bisa menjadi diriku yang berbeda saat bersamamu.
Aku bahagia menjadi Hinata Kihoko.
Aku bisa tersenyum. Tanpa terlihat seperti tikus.
Aku selalu memastikan tidak akan putus denganmu, dan bangun dari mimpi.
Tapi saat kamu mengajakku berpacaran, aku malah menyerah.
Ren, aku ingin bersamamu. Aku ingin menjadikanmu kekasihku.
Dengan pena baru, aku ingin menulis perasaanku yang mencintaimu dengan segenap hatiku.
Aku akan putus dengan pacarku.
Aku akan berhenti ganti baju di toilet stasiun.
Mungkin Ren akan kaget melihat aku yang biasa ini, tapi inilah aku yang sebenarnya.
Sampai nanti, Ren.”

– Kiho

012_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

Lalu Kihoko datang dengan didorong di tempat tidur. Ia menutup wajahnya yang penuh luka. Tapi akhirnya tersenyum.

“Kamu mengenaliku, Ren?” Ren mengangguk. Kihoko akhirnya menangis.

* * *

Sementara itu di rumah, Konatsu masih mabuk. Tiba-tiba ia menyeruak masuk ke kamar mandi Haruta sambil berkata “Apa aku tidak cukup baik?” dan akhirnya malah ikut masuk ke bak mandi, duduk di pangkuan Haruta.

013_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

“Aku tahu siapa yang kamu sukai, Konatsu.” Kata Haruta.

Konatsu terdiam. Dia menyender di bahu Haruta lunglai.

“Mungkin lebih baik aku menyukai orang yang juga menyukaiku.” Kata Konatsu lirih.
“Itu.. keadaan yang sulit bukan?” jawab Haruta lirih.

* * *

014_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep03_Part02

Sementara itu, Oto dan nenek Shizue sedang membereskan majalah lama sambil membincangkan Sky tree. Di sela kesibukan itu, Oto melihat artikel yang ditulis Ibuki Asahi. Tentang kesalahan medis yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Oto pura-pura tidak melihat sebelum akhirnya ia mengantarkan tumpukan majalah ke luar.

Dan salju pun turun…

REVIEW

So far episode ini paling mengejutkan. Suka sekali dengan percakapan Ren dan Oto saat mereka menonton ‘konser’. Kenyataan bahwa orang berdecak untuk sebuah nyawa yang melayang memang membuat miris hati. Seolah, dimana kepedulian sesama masyarakat kota itu? Percakapannya sangat sederhana, mengalir simple dengan kejadian sehari-hari yang dekat dari kita, namun terkadang luput. Apalagi ditambah dengan foto Oto yang sama dengan Ren, membuat saya terkagum-kagum sama kedua orang ini. Terlalu indah. Kadang, sempet mikir kalau cinta seperti ini benar terjadi kah di dunia nyata? Well, mungkin. Seperti bunga yang menyeruak tumbuh di antara bata blok, tidak ada yang tidak mungkin bukan? Selama ada harapan.

Penutupnya pun sangat pas. Saya tidak menyangka Hinata ternyata jelmaan Hikage-san. Seseorang yang kelam dengan kebohongan yang menutupi. Sangat menyentuh hati, saat mengetahui cerita dibalik Hinata Kihoko. Yang awalnya tadi saya cuma memberi label Kihoko sebagai wanita kaya yang bisa mengendalikan orang seenaknya, saya jadi berubah pikiran. Ah ~ Scriptwriter memang memberikan kejutan-kejutan yang saya tidak sangka sebelumnya.

Yah, saya penasaran dengan hubungan Oto dan Ren setelah ini. Jadi awkward nggak ya? Apalagi setelah Oto mencium Ren.

Semoga tidak.

Read previous: Sinopsis episode 3 part 01 Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naite Shimau

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/04/07/part-2-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau-sinopsis-episode-03/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>