001_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/26/part-2-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau-sinopsis-episode-02/

002_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02Di rumah, Oto-chan memandangi kaleng buah peach dari Ren dengan pandangan kosong, sampai akhirnya tertidur. Hari ini belum jadi ketemu Soda Ren. Sigh.

Esoknya, Funakawa-san kembali terlambat. Akhirnya, Sugihara Oto yang jadi tumbal untuk menggantikan shift malam Funakawa. Padahal sebelumnya Oto sudah menggantikan shift malam wanita itu. Jika Oto resmi jadi pengganti, itu artinya dia bekerja 48 jam berturut-turut. Tapi sang bos tidak mau dengar alasan apapun. Dengan keji ia malah menyanyikan lagu Makenaide dari Zard yang kira-kira berbunyi seperti ini: Jangan menyerah. Sedikit lagi. Tetap berlari sampai akhir. Oto hanya menatap meja dengan tatapan lelah.

003_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Tapi dia harus semangat. Setelah itu ia tampak mengantarkan barang pasien di tengah gerimis yang jatuh. Semangat Oto-chan!

Sementara itu Ren yang masih belum terima ketidakadilan yang dilakukan Sabiki akhirnya kembali protes. Sabiki malah mengajak Ren dan rekannya yang satu lagi untuk karaoke. Ren masih tetap ngotot kalau itu salah Sabiki. Pertempuran hampir pecah sampai akhirnya Sabiki berkata, “Kalau kau bisa push up 300 kali sepertiku, aku akan bayar tagihannya.” Tagihan yang 200.000 yen. Di sini Sabiki nyolot banget. Tapi saya suka sama akting belagunya. Songong, tapi masih memancarkan aura keren. Ketawa ketiwi. Sudah lupakan saja dan kita bersenang-senang. Seorang pria yang terusik egonya dan masih berusaha untuk mencairkan keadaan. Saya jarang lihat dia di drama, dan tampaknya dia masih underrated untuk akting sebrilian ini. Mungkin bakal hunting drama selanjutnya nih dari Sabiki alias Oom Takahashi Issei.

004_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Anyway, kembali ke cerita.

Sabiki tidak menganggap serius tawaran push upnya. Namun lain dengan Ren. Pria itu langsung mengambil ancang-ancang untuk push up, yang langsung disambut tatapan sinis oleh Sabiki. Ren pun push up sementara hujan deras mengguyur di luar.

005_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Ren sudah sampai hitungan 182, namun ia tampak sudah mencapai batas. Dan push-up yang susah payah itu terinterupsi oleh datangnya bos.

“Jika ini masalah uang, kau tidak usah membayarnya. Seorang gadis cantik sudah membayar tagihannya.”

006_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Tapi Ren bersikeras. “Uang itu bukan milikku.” katanya. Melihat Ren yang masih mengerang dalam push up, Sabiki hanya terbungkam, dan akhirnya pergi menembus hujan.

Ingatan Ren melayang ke peristiwa 5 tahun lalu. Ia dan seorang kakek tengah menatap sebuah lahan.

007_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

“Aku akan mengumpulkan uang di Tokyo dan menebus lahan ini kembali.” – Soda Ren

* * *

Oto sudah kembali dari tugas. Pakaiannya basah kuyup, dan kebetulan di sana ada Ibuki, pria senyum unyu yang mengajaknya makan kemarin. Lagi-lagi, Ibuki mengajak Oto makan dengan intonasi mengayun jenaka.

“Capek ya? Aku bisa bilang ke atasanmu supaya kamu pulang.” kata Ibuki dengan nada menggoda.

“Bilang saja pada ayahmu agar menambah pegawai.” sahut Oto datar.

“Kamu segitunya membenciku, ya? Kamu benci orang kaya?”

008_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

“Aku tidak benci maupun suka.”

“Ada seseorang yang kamu suka?” tanya Ibuki.

“Ada.”

“Orangnya seperti apa?”

“Tidak tahu. Aku cuma bertemu sebentar dengannya satu tahun lalu.”

Ibuki kaget dan tidak percaya dengan cinta kilat Oto. Kan sudah setahun yang lalu tidak bertemu. Kenapa bisa suka?

009_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Bukankah Cinta itu juga bisa tumbuh, bahkan ketika kamu tidak bertemu dengannya sekalipun? – Sugihara Oto

Lalu Oto meninggalkan Ibuki yang masih mencoba menggoda.

“Rambutmu yang kuyup juga membuatmu terlihat cantik!”

* * *

010_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Ren bertemu dengan Kihoko di sebuah kafe dan mengucapkan terima kasih. Kihoko kira Ren marah karena ia membayar tagihan seenaknya. Namun melihat Ren yang berterimakasih sambil membungkuk berkali-kali, membuat Kihoko bungkam. Entah apa yang dipikirkan Kihoko. Apa dia berpikir Ren nggak keren karena berterima kasih atas lunasnya tagihan? Entahlah. Bahkan ketika Ren mencoba membayar bill kafe, uangnya kurang dan akhirnya Kihoko yang membayar. Dan mbak ini masih memasang wajah kurang enak. Kihoko mikir apa ya? Hmm…

* * *

Sementara Itu Oto-chan masih banting tulang menggantikan Funakawa. Dia berjalan sampai terhuyung-huyung, dan kepalanya seakan tidak bekerja di saat seperti ini. Dia mencoba mengingat tugasnya, namun apa ya? Apa ya? gumamnya berkali-kali sambil melangkah terseok-seok. Ah, Oto-chan.. istirahat!

Dan di saat keputusasaannya, Funakawa datang! Alhamdulillah! Oto pun bernafas lega.

011_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Oto kira ia tidak bisa pulang karena kereta terakhir sudah lewat. Namun seniornya memberitahu ada bus malam. Dan Oto pun terlelap di sepanjang perjalanan di bus.

* * *

PERTEMUAN KEMBALI

Ren pulang dengan langkah gontai. Di genggamannya ada sebongkah makanan untuk anjing kecil. Tapi anjing itu tidak nampak, bahkan setelah Ren berulang kali memanggilnya. Ternyata anjing itu sudah dibuang. Dengan tanpa rasa bersalah sang pemilik menggendong anjing baru.

013_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Oto masih berjalan tersendat-sendat di antara kantuk yang menyergap. Ia berjalan sambil menyeret langkah sebelum mendengar rengek anjing. Oto mencari asal suara, dan dia melihat anjing yang biasa Ren beri makan dirantai di tengah jalan. Antusiasme saya pun merangkak naik sodara-sodara!

Ah, saya suka sekali dengan cara mereka bertemu. Ren masih galau mencari sang anjing ke sana kemari hingga ke pipa yang berserakan di taman, sementara Oto menggendong sang anjing dengan jalan terhuyung. Sampai akhirnya Oto terjatuh di lampu merah. Ia kelelahan.

014_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Ren pun hampir menyerah, sampai ia mendengar suara gonggongan yang ia kenal. Di seberang jalan, Ren menyaksikan sang anjing dalam pelukan wanita berjaket kuning yang terduduk lelah.

“Ketemu.” Gumam Oto lemas. “Ketemu.”

016_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

015_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

 

“Hikoshiya-san. Jika kau tidak keberatan..” Suara Oto mulai serak menahan tangis. “Tolong beritahu namamu. Beritahu nomor teleponmu.”

“Hikoshiya-san. Jika kau tidak keberatan..” Suara Oto mulai serak menahan tangis. “Tolong beritahu namamu.

Ren hanya mengangguk bersungguh-sungguh.

017_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Dan Ren pun menggendong Oto pulang. Di tengah kelelahannya, Oto berbisik. “Hikoshiya-san, anjingnya milik siapa?”

“Tidak siapapun.”

“Sama seperti kita ya.”

Ah ~ Oto pun bertemu dengan Ren. Saat ini Oto tengah terlelap di rumah nenek Shizue. Ren menatap Oto sebelum akhirnya keluar kamar dan menatap layar ponselnya. Di sana tertulis: Kakek. Ren pun memencet nomor itu perlahan. Ia menghubungi kakeknya.

018_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02
Ren terus berbincang dengan logat Aizu dengan kakeknya dengan suara lembut. Oto mendengar percakapan mereka dari dalam kamar. Saat Ren bilang ia tidak bisa pulang ke Aizu saat tahun baru, saya jadi ikut sedih. Apalagi saat Ren bilang orang-orang di Tokyo baik-baik. Di sini menyenangkan. Ren pun terisak dalam diam sambil terus mendengarkan suara kakeknya. Ia hanya membalas dengan hmm.. ya.. iya kek.

“Aku akan berjuang lagi di Tokyo. Tunggu aku, kek.”

019_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Sasuke ne.. Sasuke ne.. Artinya “Kau akan baik-baik saja.” – Kakek Ren

* * *

Esoknya Oto bertemu dengan Nenek Shizue. Ren menitipkan secarik kertas padanya. Ternyata itu adalah namanya dan nomor telepon. How sweet..

020_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Ren selalu dikelilingi orang yang kesepian. Namun di antara mereka, justru Ren lah yang paling kesepian.

Dan satu lagi fakta mengejutkan. Ternyata Ibuki tidak hanya bermain-main kesana kemari dan menggoda gadis-gadis. Impian Ibuki adalah menjadi perawat spesialis Demensia. Saat ini ia tengah asik mengobrol dengan Sonoda-san, pasien demensia dengan kondisi cukup memprihatinkan

021_Japanese-Drama_Itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau_Ep02_Part02

Nenek suka melihat bintang? Aku suka sekali. Saat aku melihat bintang yang telah menempuh perjalanan selama sepuluh ribu tahun lamanya sebelum cahayanya menghampiri kita, aku merasa terkesan. Membuatku berpikir bahwa hidup manusia dan kenangannya juga bisa menembus jarak dan waktu. – Ibuki Asahi

* * *

Ah, Ren baru sampai rumah, ketika senyum Kihoko menyambutnya di depan pintu.

“Aku sudah beli Gordennya.”

Dan bersambung.

REVIEW

Saya kira Kihoko marah atau ilfil ngeliat Ren yang malah berterima kasih karena sudah menyelamatkannya. Tapi ternyata dia pulang dengan membawa korden untuk Ren.

Saya suka sekali saat Ibuki mengajak pasien dementia ngobrol tentang bintang. Ibuki menatap pasien tersebut dengan lembut, dan saya merasa tersedot oleh tatapan dan ucapannya. Hahaha. Agak lebay memang, tapi saya merasa dia mendalami karakter sekali. Kata-katanya begitu berpengaruh, cara pengucapannya pun membuat saya percaya sama apa yang dia ucapkan. Karakter Ibuki ini sangat menarik. Saya penasaran nantinya dia akan berpengaruh seberapa jauh terhadap plot cerita.

Namun yang mengusik saya cuma reaksi Ren yang bertemu kembali dengan Oto-chan. Entahlah, saya mengharapkan antusiasme yang lebih dari sekedar geleng-geleng dan angguk-angguk kepala. Tapi ternyata hanya sebatas itu. Apa yang merasa dalamnya perasaan cuma Oto-chan? Entahlah. Ren yang lugu itu poker face sekali. Saya belum bisa membaca emosinya.

Ah, sudahlah. Bukankah yang terpenting, mereka sudah bertemu? :)

Read next: Sinopsis episode 3 part 01 Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naite Shimau

Read previous: Sinopsis episode 02 [Part 1] Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naiteshimau

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/26/part-2-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau-sinopsis-episode-02/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>