Opening
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/18/part-1-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau-sinopsis-episode-02/

vlcsnap-2016-03-14-21h16m03s605vlcsnap-2016-03-14-21h16m21s474

Seorang bocah laki-laki melangkah cepat. Pandangan matanya lurus ke depan. Ia bahkan tidak peduli dengan bocah-bocah sebayanya yang bermain dengan ceria. Ia seperti sudah diatur. Pulang sekolah, langsung ke tempat tujuan. Tempat dimana ia bisa merasa ‘hidup’

Ia sampai di tepi sawah yang hijau. Tas sekolah langsung dihempaskannya, sebelum akhirnya ia mengambil cangkul, dan mulai menggali sesuatu.

Tak jauh dari sana, seorang kakek berdiri menatapnya. “Hey bocah. Anak kecil seharusnya belajar.” namun sang anak hanya menatapnya dalam diam. Sang kakek menghela nafas.
“Baiklah. Lakukan sesukamu.”

Sang kakek menasihati sementara bocah laki-laki tersebut memanen lobak. “Kamu sudah tidak memiliki orang tua. Karena itu bersapalah dengan alam. Makan yang benar. Tidur yang benar. Bekerja yang benar.”

Lalu mereka berdua menengadah menatap hamparan gunung. “Tataplah ke atas. Tataplah ke atas.” (Sasuke ne.. Sasuke ne..) Sang bocah melempar pandang membelah angkasa, sambil menggigit bibir.

Dan Ren pun terbangun dengan air mata berlinang.

vlcsnap-2016-03-18-08h29m33s717

* * *

Seorang nenek menyiapkan sebuah hidangan dengan riang. Konatsu, gadis mungil yang tempo hari memeluk Ren menatap hidangan itu dengan suka cita sambil berseru, “Wah, ini hidangan kesukaan Ren!” Lalu ia mencomot satu.

Ren tengah menyiram bebungaan di pekarangan Rumah itu. Ren bercerita pada Haruta bahwa ia sering ke sana karena nenek Shizue tinggal sendirian. Dan kegiatan menyiangi bunga diinterupsi oleh aroma daigaku imo yang dibawa sang nenek. Daigaku imo adalah ubi manis yang disiram oleh kuah karamel. Ren dan Haruta menyambutnya dengan mata membulat takjub, siap menyapu habis hidangan.

vlcsnap-2016-03-18-08h30m24s265

Percakapan pagi mengalir dengan riang. Ternyata Konatsu adalah teman Ren sejak kecil. Cita-citanya menjadi seorang desainer. Konatsu mengatakannya dengan berbinar-binar, “Tapi aku belum membuat busana untuk manusia sih.” Konatsu sedang mengerjakan project busana binatang untuk pertunjukan drama panggung.

Dan Ren pun berangkat kerja. Konatsu mengikutinya dengan grabak grubuk. Sang nenek bercerita tentang jasa Ren menumbuhkan semua bunga di pekarangannya pada Haruta.

vlcsnap-2016-03-18-08h31m40s416

Ren-kun sangat baik. Ia tidak bisa meninggalkan orang yang kesepian begitu saja. – Nenek Shizue

Konatsu melompat ke punggung Ren dengan Jenaka, membuat pria itu terbatuk pelan dan dengan sukarela menggendongnya. Lalu Konatsu bercerita tentang kamar mandi Kakek Ren yang rusak. Ia harus ke kamar mandi umum yang memakan waktu 30 menit kalau berjalan.

“Apa kau tidak mau pulang walau sebentar?” tanya Konatsu.

“Aku tidak punya uang untuk pulang. Lagipula sudah berapa tahun aku tidak pulang.”
Ren menurunkan Konatsu sambil terus berjalan. “Tapi kakek akan senang jika melihatmu.”

vlcsnap-2016-03-18-08h38m50s558

Ren mendadak berhenti dan mengeluarkan daigaku imo yang sempat dibawanya, sebelum menghampiri sebuah rumah yang memiliki anjing. Anjing tersebut merengek pelan, namun diam dan patuh saat Ren menyodorkan daigaku imonya.

“Dia tidak pernah diberi makan dengan benar.”

* * *

Di suatu apartemen kecil, Oto terlihat sedang menyiram bunga. Apartemen mungil dengan ruangan mungil dan satu dapur. 20 menit berjalan kaki dari stasiun kereta. Apartemen yang didapatnya dari jerih payah sendiri.

Mini market di tokyo tidak memiliki tempat parkir. Banyak anak SD yang naik kereta menggunakan kereta. Lampu lalu lintas berbentuk horizontal. Jalur kereta yang seperti labirin. Orang yang berdecak keras saat kereta terlambat lima menit karena kecelakaan. Perusahaan bernama lucu karena dibaca seperti “OI OI” Satu tahun sudah aku di Tokyo.
Dan aku belum bertemu dengannya. – Sugihara Oto

Sugihara Oto berjalan memasuki sebuah gedung panti jompo. Ia saat ini bekerja di sana. Setelah datang ke Tokyo, Oto belajar untuk mendapatkan sertifikasi menjadi perawat sambil bekerja paruh waktu di Tokyo. Gajinya saat ini hanya 140.000 yen dan tidak mendapat sepeserpun saat lembur.

vlcsnap-2016-03-18-10h02m18s031 vlcsnap-2016-03-18-10h02m30s909

Oto masih karyawan baru di rumah panti jompo ini. Sepertinya orang baru masih mengerjakan pekerjaan kasar, seperti membersihkan toilet, mengangkut peralatan, mengecek persediaan, dsb. Selain itu Oto juga masih ditraining untuk menghadapi orang tua. Saat Oto bermaksud memindahkan seorang nenek dari kursi Roda, ia terlihat kesulitan. Seorang senpai (senior) segera menggantikan posisinya.

Pekerjaannya terlihat menyenangkan. Bergerak ke sana kemari, menggosok gigikan orang tua, menyuapi mereka perlahan, sampai mengeringkan rambut orang tua yang memutih, sambil terus mengajak mereka ngobrol dengan wajah ramah. Saya jadi ingin menjadi pekerja seperti ini. Terlihat tulus dan berdedikasi. Jadi penasaran, kalau jadi perawat seperti ini di Jepang bagaimana caranya ya?

Kembali ke cerita.

Teman sesama karyawan baru Oto mendesah panjang. Ia mengeluh belum bertemu dengan pacarnya selama seminggu. Seminggu pertama mereka pacaran lagi. Oto hanya membulatkan mulutnya.

vlcsnap-2016-03-18-10h06m01s858 vlcsnap-2016-03-18-10h20m45s489

Setelah ini scene-scenenya bikin geregetan. Oto terlihat mencuci pakaiannya di Yukigaya Ootsuka South exit store. Yukigaya Ootsuka adalah laundry yang memakai koin. Dan Ren JUGA mencuci di Yukigaya Ootsuka. North Exit Store. Tau sendiri kan gimana geregetan dan pingin teriak-teriaknyaa.

Yang lucu di sini, saat Ren pingin duduk, kursinya mengeluarkan bunyi seperti kentut. Ren panik. Takutnya pengunjung yang lain denger. Untungnya mbak-mbak yang lain lagi pakai headphone, telinganya tak tembus suara.

Besoknya Ren bekerja seperti biasa. Bersemangat seperti biasa. Saat Ren mengangkut sebuah kardus, ia mengatakan pada rekannya sisi mana yang di atas, dan sisi mana yang di bawah. Namun Sabiki, rekan kerjanya malah menaruhnya terbalik. Meski customernya bilang nggak apa-apa sambil berlalu (tanpa benar-benar memeriksa), Ren masih menyiratkan wajah cemas. Akhirnya, Ren yang memeriksa sendiri. Isinya pengeras suara model lama. Dan Ren yang memasangkan pengeras suara itu.

Dan firasat buruk Ren pun terjadi. Pengeras suaranya rusak. Customer mengajukan protes pada perusahaan. Dan tagihan pun diberikan ke Ren, karena dia yang membuka kemasan dan memasang pengeras suara itu. YANG BENER AJA!

vlcsnap-2016-03-18-10h24m07s891

Saya pun sempat gigit jari saat Ren berusaha bertanya pada Sabiki. “Aku sudah bilang kan? Jangan dibalik kardusnya.” Sabiki malah meracau tentang Komuro Tetsuya sambil menepuk-nepuk kepala Ren. Belum lagi ia malah dilempar plastik, kena gebuk rekannya yang satu lagi, dan dibilang sinis oleh Sabiki, “Kenapa kau tidak balik saja sana ke kampung?” Oke. Dimanapun peran antagonis selalu bertebaran ya. Ren hanya menunduk saat dilempar pendapat jahat seperti itu.

Sementara itu Oto yang kasihan dengan temannya Funakawa, menggantikannya shift malam. Oto cemas jika Funakawa terus-terusan bekerja dan tidak bisa kencan, ia akan putus dengan pacarnya.

“Jangan sampai putus, ya?” kata Oto sambil tersenyum. Funakawa sangat berterima kasih, lalu mereka menyantap mie gelas dengan hati riang.

* * *

Sementara itu Oto kaget begitu menyaksikan seorang pemuda dengan asyiknya main dribble bola di ruang makan yang penuh dengan orang tua. Oto kontan melarang. Ia takut bola akan mengenai salah satu orang tua.

vlcsnap-2016-03-18-10h51m09s653

Pemuda yang ternyata dulu ditemui Oto di pom bensin tersenyum menggoda. “Bola tidak akan mengenai orang. Gimana kalau kamu ambil sendiri bolanya?”

“Boleh kuambil bolanya?”

“Kalau wajahmu berubah kawaii, aku tidak akan marah kalau kau ambil bolanya.”

Dan beneran diambil. Hahaha. Pemuda tadi cuma nyengir. “Hebat deh” katanya dengan nada jenaka. Ia membuat gerakan seperti melepas jam tangan, sebelum akhirnya menyerahkannya pada Oto. “Nih, hadiahnya.”

vlcsnap-2016-03-18-10h52m02s291

“Apaan nih?” Oto berseru, tapi pria itu malah melengos pergi.

Kata rekan kerjanya, jam yang bermerek Vacheron Constantin itu harganya hampir sejuta yen. Oto langsung membeliak kaget. Raut wajahnya langsung cemas. “Aku akan mengembalikannya.”

Oto berlari keluar. Dan ia tambah kaget melihat pria itu ternyata mengendarai Limousin. Oto langsung berlari sebelum kendaraan itu melesat.

“Ini, aku kembalikan!”

Pemuda itu malah tersenyum. “Dulu kita pernah bertemu bukan?” Oto menggeleng. “Tidak.”

vlcsnap-2016-03-18-10h55m51s885

“Jadi kamu bekerja untukku.” kata pria itu dengan senyum menawan. Badannya condong mendekati Oto hingga bibirnya berada beberapa centi dari telinga gadis itu. “Lain kali, makan malam bareng yuk.”

Oto langsung menekuk muka. Ia langsung berseru pada supir pemuda itu. “Dia kayaknya mau pergi makan!” Dan pintu langsung dibanting. Pemuda itu masih senyam senyum memukau. Bener deh, senyumnya kece banget.

Sementara itu rekan Oto cemas gadis itu berbuat kasar. Ternyata nama pemuda itu Ibuki Asahi. Dia anak dari direktur perusahaan yang menangani panti tersebut.

“Dia dulu pernah menggodaku juga.” kata rekan perempuan Oto.

“Oto-chan, jangan-jangan dia tertarik denganmu?”

Oto malah memasang wajah malas sebelum akhirnya berkata, “Aku mau membersihkan toilet dulu.”

vlcsnap-2016-03-18-11h02m09s016

Daaan. Yang bikin gemes terjadi lagi. Padahal Oto sudah satu toko dengan Ren. Tapi mereka selisih jalan, dan begitulah. Akhirnya mereka belum bertemu.

Ren ternyata membeli makanan anjing untuk anjing tetangga yang biasa ia beri makan. Tidak biasanya si empunya anjing ada di rumah. Ren langsung bilang padanya, “Hey, bagaimana kalau kau menaruh anjing ini di dalam, agar dia tidak kedinginan?” (Iya ya, lagi musim dingin kasian anjingnya). Tapi dia malah disuruh pergi dan menyuruh Ren mengambil anjingnya. Belum lagi umpatan kasar yang membuat Ren menelan ludah.

Sepulangnya di rumah, ada Mbak Kihoko yang sudah menunggu Ren di luar rumah. Kihoko adalah pacar ren yang bekerja di Design Agency.

Haruta melihat mereka berdua dari kejauhan dan dia hampir saja ingin menghampiri dan menggoda mereka berdua, sebelum Konatsu muncul dan menyeret Haruta pergi. “Jangan ganggu mereka berdua!”

vlcsnap-2016-03-18-11h18m35s649

Ren dan Kihoko pun menyantap sukiyaki yang hangat di tengah udara dingin menyengat. Mbak Kihoko mengatakan sesuatu seperti ingin membelikan Ren peralatan memasak. Tapi Ren belum butuh. Lalu percakapan meloncat-loncat dari satu topik ke topik lain. Seperti harga mantel Kihoko yang ternyata 200.000 yen (penting ya?) dan filosofi cinta ala Kihoko.

“Cinta itu seperti kebutuhan hidup, kau tahu? Awalnya cinta itu seperti baju. Kau seakan ingin memamerkannya. Lalu perlahan cinta berubah seperti makanan. Kau mulai membutuhkannya seperti nutrisi untuk tubuh. Dan, pada tahap akhir cinta itu seperti rumah. Tempat untuk pulang.” – Hinata Kihoko

vlcsnap-2016-03-18-11h19m28s502

“Dan aku tidak butuh cinta untuk pamer saat ini. Aku butuh cinta untuk makan.” Lalu mereka berdua tertawa pelan sebelum Kihoko menggumam lagi.

“Aku juga ingin mengganti gordennya..”

* * *

vlcsnap-2016-03-18-11h31m06s824

Konatsu dan Haruto terdampar di sebuah rumah makan. Konatsu tampak asyik mengoceh tentang kehidupan Ren. Ibu Ren meninggal sejak lama. Ayahnya menikah lagi. Dan Ren dibesarkan oleh kakeknya. Sejak kecil Ren membantu kakeknya di pekarangan daikon. Ren menyukai pekerjaan sawah. Impiannya adalah mewarisi sawah kakeknya.Tapi saat Ren berumur 20 tahun, Kakeknya ditipu dan sawahnya diambil. Alasan Ren pergi ke Tokyo adalah untuk mencari uang yang banyak agar bisa menebus kembali sawah kakeknya. Itulah impian Ren.

Tapi lima tahun sudah berlalu. Harusnya dia pulang meski cuma sebentar.

“Ren tidak akan pulang.” sahut Haruta datar. “Jika pulang, ia akan sadar. Mimpinya tidak akan pernah terwujud.”

“Tokyo bukanlah tempat untuk mewujudkan impian. Tokyo adalah tempat dimana kau hidup dan tak menyadari bahwa impianmu tak akan pernah terwujud.” – Haruta

“Apa maksudnya?” Konatsu mengerutkan kening.

“Ah, satu lagi. Harusnya kamu tidak membeberkan masalah hidup Ren ke orang yang baru saja kamu kenal.”

Lalu giliran Haruta yang mengoceh. Ren sepertinya tidak mencintai wanita yang ia pacari. Konatsu tidak punya cita rasa fashion yang bagus. Tidak mungkin Konatsu jadi designer.

* * *

vlcsnap-2016-03-18-11h31m24s077

Sementara ituuu… Yukigaya Ootsuka South Exit Store, which is tempat yang biasa Oto sambangi untuk nyuci baju, sekarang tutup sementara karena renovasi. Mereka mengarahkan customer ke Yukigaya Ootsuka yang berada di NORTH EXIT STORE! Tempatnya Ren! Uhuy! Saya sangat bersemangat ngelihat ini! Semoga mereka bisa ketemu lagi. ^_^

Ah.. Saya harap-harap cemas waktu Oto mencuci di sini. Tapi yang membuat saya takjub, bahkan gerakan mereka waktu di sana pun sama. Oto mengambil majalah Hokkaido dulu, sebelum akhirnya duduk di kursi yang berbunyi seperti kentut. Oto pun panik, sama seperti Ren. Dan mbak-mbak yang ada di sana memakai headphone pun masih di sana mendengarkan lagu. Haha.. Sama persis saat Ren berada di sana tempo hari.

vlcsnap-2016-03-18-11h39m04s200

Sementara itu di rumah, Ren bilang pada Mbak Kihoko, bahwa dia akan ke Laundry Koin, dan dia akan mengantarkan Kihoko pulang. Kihoko hanya diam sambil melihat tagihan Ren yang 200.000 yen.

Ini saatnyaa! Saatnya ketemu lagi sama Oto!

Begitu yang saya kira. Tapi Mbak Kihoko malah menggoda Ren karena ada majalah porno di kamar itu. (untuk mengalihkan pertanyaan Ren ‘Sedang melihat apa?’. Kihoko tidak mau ketahuan kalau sedang melihat tagihan Ren). Mereka malah kejar-kejaran sampai terjatuh. Mbak Kihoko ingin menginap di rumah Ren katanya. Sambil memeluk pria itu, ia berbisik, “Kalau Ren meninggalkan aku, aku bisa mati.” Kihoko memeluk Ren sambil terus memegang tagihan pria itu.

vlcsnap-2016-03-18-11h41m11s142 vlcsnap-2016-03-18-11h41m33s727

Akhirnya nggak jadi ketemu. Sigh.

Read Next: Sinopsis Episode 02 Part 2 Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naiteshimau

Read Previous: Sinopsis Episode 01 Part 2 Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naiteshimau

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/18/part-1-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naiteshimau-sinopsis-episode-02/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>