01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_010
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/11/part-2-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naite-shimau-sinopsis-episode-01/

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_001

Sepulang dari dam, Ren membawa truknya ke bengkel. Katanya baru selesai sore nanti. Sementara itu di tempat kerja, Oto ditugaskan untuk mengantar baju kepunyaan Ito-san yang sudah tidak diambil selama tiga bulan. Konon katanya, Ito-san seorang single mother.

Sesampainya Oto di rumah Ibu tersebut, seorang anak kecil dengan rambut acak-acakan menyambutnya. Oto menatap gadis itu dengan cemas. Begitu gadis cilik itu mengajaknya ke dalam, Oto terkesiap. Keadaan rumah porak poranda, dengan berbagai kertas tagihan yang berserakan. Ito-san hanya tersedu-sedu sambil memeluk anak perempuannya, membuat hati Oto semakin teriris.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_002

Sepulangnya dari sana, Oto mendapati sebuah mobil mewah warna putih menjeritkan klakson tanpa ampun. Padahal di depannya terdapat anak kecil yang barang bawaannya jatuh. Oto menatap mobil itu tanpa ekspresi. Dan ketika kaca jendela diturunkan, tampak Atsushi sang konglomerat melambaikan tangan kepadanya.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_00301_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_004

Oto diajak ke sebuah rumah mewah. Saat ini ia membelakangi sesuatu, dan diajak oleh Atsushi untuk berbalik perlahan. Begitu ia sudah berbalik sempurna, sebuah gaun putih cantik menyambut retinanya. “Ini gaun pernikahan Pronovias. Harganya setara dengan mobil mewah yang dijual di luar negeri.”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_005

Oto terlihat masih tercengang, namun hanya disembunyikannya lewat ekspresi kosong. Saat Atsushi memintanya untuk memakainya, Oto berkata. “Bolehkah aku meminjam uang? 32.000 yen saja.”

Atsushi hanya terdiam.

“Anda tahu Ito-san? Ibu dari Haruna-chan. Ia sedang butuh uang. Gas dan listrik di rumahnya telah dimatikan. Jika ia tidak bisa membayar sewa rumah, ia bisa kehilangan apartemen.”

“Aku tidak ingin mendengar percakapan suram ini.” potong Atsushi datar.

“Maafkan aku.” ucap Oto pelan. “30.000 yen juga boleh. Sedikit saja juga tidak apa-apa.”

“Kau tidak seharusnya memanjakan wanita beranak tanpa tahu akibatnya.” kata Atsushi tanpa belas kasih. Oto hanya terdiam sambil menatap pria yang memunggunginya itu.

Akhirnya… Oto mengandalkan 3000 yen miliknya untuk membantu Ito-san.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_006

Sementara itu, Hikoshiya-san sudah bisa mengambil truknya. Sambil tersenyum ia mengucapkan terima kasih pada montir di bengkel tersebut.

* * * *

Oto tengah membilas piring-piring di dapur sementara sang kakek angkat berbicara tentang tetangganya Imura. Katanya Imura baru saja menjelajahi Hawaii. Dari nada bicaranya, sepertinya sang kakek kurang suka. Sepertinya ia menganggap tetangganya itu pamer.

“Bagaimana kalau kau minta pada Atsushi untuk membawamu ke Hawaii?”

Oto terdiam sejenak sebelum menjawab, “Bukankah ia sudah memasangkanmu antenna televisi?”

“Dia sudah kuizinkan menikahi gadis berumur 21 tahun. Setidaknya dia bisa membawamu ke Hawaii.” kata sang Kakek lagi. Oto terdiam lama, sebelum akhirnya ia berbalik dan duduk menghadapi sang kakek.

“Paman..” ternyata Oto memanggilnya paman. “Aku sangat berterima kasih dengan Paman dan Bibi. Aku berhutang seumur hidupku. Tapi…”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_007

“Tapi… aku.. tidak ingin menikah dengan orang yang tidak aku cintai. Aku akan berusaha keras. Meski aku tidak tahu kapan, aku akan pergi keluar negeri. Kumohon.. Izinkan kita tetap tinggal bertiga seperti ini.”

Sang kakek memalingkan muka, sambil menyalakan TV. Ia menggumam, “Anak tidak tahu terima kasih.”

dan Oto hanya menunduk.

Tiba-tiba neneknya jatuh dari tempat tidurnya sambil terbatuk kencang. Oto langsung panik. Ia keluar mencari bantuan, dan tidak sengaja bertemu dengan Ren di tengah jalan. Ren pun mengantarkan mereka sampai ke rumah sakit.

Di rumah sakit, ketika sang nenek sudah lebih tenang, sang kakek masuk ke dalam ruangan. Namun ia malah mengusir Oto dan menyuruh gadis itu pulang. Oto hanya membisu sambil menatap pintu yang menutup kencang.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_00801_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_009

Hikoshiya-san ternyata masih menunggunya di luar. Katanya, “aku akan mengantarmu pulang.”
Pandangan Oto langsung menghampa. “Dimanapun boleh, asal jangan ke rumah..”

“Boleh. Kau mau kemana?”

“Restoran keluarga.” katanya sambil tersenyum.

Dan truk pun melaju perlahan. Namun mereka berdua tidak menyadari, ketika sorot mata Atsushi Shirai menguliti mereka dari kejauhan.

* * *

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_010

Oto sangat antusias saat mengunjungi restoran keluarga. Dengan semangat dan dada berdebar-debar, ia menelusuri menu satu per satu. Bahkan ia girang bukan main dengan gagasan pesan dua jenis saus yang nantinya dibagi dua. Saat membunyikan bel pun, Oto tampak bersemangat. “Wah, berbunyi!” katanya. Rupanya gadis itu baru pertama kali ke restoran keluarga. Ren memandangi gadis itu diam-diam dengan mata hangat. Namun sedetik kemudian Oto memergokinya, dan Hikoshiya-san langsung menundukkan mata.

“Hey, Hikoshiya-san. Kamu punya pacar?”

Ren mengiyakan dengan malu-malu. Lalu Oto mendadak cerewet setelah itu. Ia bertanya, orangnya seperti apa?
Apakah kalian berdua pernah melihat kembang api bersama?
Apakah kalian pernah ke toko perabotan bersama? Toko perabotan Tokyo yang konon saking luasnya bisa membuat tersesat?
Baju yang dipakai seperti apa?
Dan Ren menjawab bahwa gadis yang dipacarinya karyawan kantoran. Ia sangat modis. Mendengar ini Oto seperti tidak mau kalah. “Kalau masalah modis, aku juga detail lho dalam berpakaian.” kata Oto. Dan Ren mencoba menilai baju yang dipakai Oto dengan kebingungan. “Contohnya seperti… syal ini?” kata Oto.

“Kalau syal itu, untuk menangkal dingin. Bukan atribut fashion.” Kata Ren polos, dan mereka berdua tertawa.
“Tapi semua bajunya bukannya memang menangkal dingin?”

“Jika kau memandangnya seperti itu, maka yang paling modis itu adalah domba, kau tahu?” kata Ren jenaka.

“Eh? Domba? Ya ampun..” dan mereka berdua tertawa.

Saat tawa mereda, Oto berkata, “Aku juga pernah berkencan dengan seseorang.” dan Oto menceritakan tentang pacarnya dulu. Mereka berpacaran selama tiga tahun. Namanya Hori-kun. Hori yang suka membaca buku. Hori yang suka memandang ke bawah. Saat Ren bertanya tentang sisi mana yang Oto sukai dari Hori-kun, Oto suka pandangan matanya yang selalu ke bawah.

Aneh ya. Kau melihat orang yang kau cintai bukan karena dia di sana. Tapi karena mereka memang sudah ada di sana saat kau melihatnya.  – Sugihara Oto.

“Aku menyukainya saat ia memandang ke bawah.” ucap Oto tanpa ragu.

Ren keheranan dengan ini. Kenapa Oto bisa menyukai seseorang hanya dengan pandangannya yang ke bawah?

“Kamu juga bisa, Hikoshiya-san. Cobalah.” Ren mencoba dengan kikuk dan akhirnya mereka berdua tertawa.

Namun ternyata, saat ini Hori-kun berada di tempat yang jauh. Ia tengah kuliah di Universitas Sapporo. Dan mendadak sorot mata Oto seperti kesepian. Melihat itu, Ren akhirnya berkata. “Pasti kamu akan menemukan lagi orang yang kamu cintai.” tapi dicuekin oleh Oto. “Saya rasa.. kamu harus menikah dengan orang yang kamu..” dan mulut Oto hanya menggumamkan menu-menu yang tertera di buku menu. Ren dicuekin total.

Lalu makanan datang. Dalam diam Ren membagi dua porsi makanan mereka.

“Aku memutuskan untuk menikah dengan Atsushi Shirai.” ujar Oto tiba-tiba. “Sudah kuputuskan sejak di rumah sakit. Terima kasih ya, sudah mengantarkanku surat itu. Seperti yang Hikoshiya-san bilang, itu memang sumber kekuatanku. Aku sangat bahagia. Karena itu aku akan menikah.”

Mendengar itu Ren hanya menunduk.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_011

Aku menyukainya karena pandangan matanya yang selalu ke bawah – Sugihara Oto

 

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_012

“Hikoshiya-san..” suara Oto membelah keheningan. “Kamu baru saja membuat tatapan-ke-bawah yang sangat indah.”

Dan mereka menyantap hidangan dengan suka cita.

* * *

Ren mengantar Oto pulang. Truknya melintas memecah hujan. Oto langsung turun begitu sampai di tempat tujuan. Ren sibuk mencari-cari payung sebelum Oto berkata, “Hey, Hikoshiya-san. Kenapa kamu mau jauh-jauh mengantar surat dari Tokyo?”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_013

Ren menatap Oto dengan dalam. “Karena kita sama. Aku pun sudah tidak memiliki orang tua. Aku juga memiliki benda yang jadi sumber kekuatanku.”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_014

Oto mengulas senyum, sebelum akhirnya pergi menerobos hujan.

* * *

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_015

Sesampainya di rumah, Atsushi Shirai ada di sana. “Aku sudah mengantarkan mereka pulang.” diam beberapa saat sebelum ia berkata lagi, “Aku akhirnya mengerti alasan yang kau sembunyikan. Aku sudah bilang pada Hayashida-san. Sepertinya ia harus mendidik putrinya lebih keras.” lalu ia pergi dengan dingin.

Firasat Oto mengatakan ada yang tidak beres. Ia langsung berlari ke dalam, dan mengecek sang nenek yang ternyata baik-baik saja. Ia menghela nafas lega. Namun sedetik kemudian ia menemukan kejanggalan. Toples kecil peninggalan orang tuanya sudah lenyap dari meja.

Oto panik. Matanya menyapu pandang ke seluruh ruangan. Dan tiba-tiba saja toples kecil itu menggelinding tanpa daya. Toples itu terlihat retak. Dan tanpa rasa bersalah sang kakek menyambutnya seperti biasa. “Oh, sudah pulang?”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_016

Sementara itu, Ren terjebak tanah longsor. Longsor karena hujan mengakibatkan jalan retak. Dan ia harus ambil jalan memutar jika ingin ke jalan raya. Sirene pun berbunyi keras.

Oto masih menatap toplesnya tanpa tenaga. Ia terkunci dalam kebisuan. Sementara itu sang kakek malah menawarkan anak dari keluarga Yamagawa. Katanya ia baru bercerai. Dan umurnya sudah 50 tahun lebih. Oto hanya terdiam dan menjawab, “Baiklah. Aku mau.”

Kakek terus meracau bahwa Yamagawa memiliki tanah di depan stasiun kereta, sementara Oto terlihat kosong. Berkali-kali ia menggumamkan sesuatu seperti “Hapus saja. Aku tidak butuh. Hapuslah. Aku tidak butuh.”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_017

Namun tiba-tiba sang nenek muncul. Ia memegang bahu Oto dengan erat, dan menatapnya dalam. “Oto, larilah. Pergilah ke tempat yang kau sukai.” Lalu sang nenek memeluknya erat. Oto bergegas setelahnya, meninggalkan sang kakek yang meraung “Kau mau membiarkan kami mati di sini?!”

Oto lari menembus hujan. Sirene berbunyi nyaring. Oto tidak memikirkan apapun dan terus berlari. Kakinya membawa ke sebuah cahaya di pinggir jalan. Dan mereka bertemu lagi. Oto bertemu lagi dengan Ren yang mengambil jalan memutar.

Oto berteriak keras, “Hikoshiya-san!”

Ren langsung refleks mengulurkan tangan sembari berseru, “Naiklah!”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_018

Ren cukup panik. Ia mendudukkan Oto di sampingnya. “Barang bawaanmu? Sepatumu?”

“Aku tidak butuh apapun. Aku tidak butuh.”

Ren langsung tanggap dan memakaikan Oto sabuk pengaman. Mereka langsung tancap gas dan pergi dari sana.

Di perjalanan mereka hanya diam, sebelum dashboard mobil terbuka mendadak. Surat dari Ibu Oto tergeletak di sana.

Oto mengambil surat itu perlahan, dan mulai membaca,

Untuk Oto.

Saat ini sudah tengah malam. Sudah jam dua lewat. Ibu rasa,  ini kesempatan Ibu yang terakhir. Akhirnya Ibu meminta kertas dan pena pada orang rumah sakit. Ibu agak malu karena tidak bisa menulis dengan benar.

Oto, jika kamu mendekatkan kertas ini ke cahaya, ada siluet bunga yang muncul. Cantik, ya?

Oto, sebentar lagi Ibu akan menghilang dalam sekejap mata. Ibu tidak punya waktu lagi. Padahal banyak yang ingin Ibu selesaikan. Ibu belum bisa meninggal. 

Oto, Ibu akan meninggalkanmu sendirian.

Maafkan Ibu melahirkanmu ke dunia tanpa seorang ayah. Ibu tidak bisa lagi mengikat rambutmu. Tapi.. Ibu bahagia bisa melahirkanmu.
Oto adalah anak yang penuh dengan pertanyaan.
Kenapa air itu basah?
Kenapa rambut tetap tumbuh dan bulu mata tetap sepanjang itu?
Kenapa kita bisa kesepian?

Oto tidak perlu buku cerita. Oto hanya perlu mengimajinasikan ceritanya sendiri sembari mendengarkan Ibu bercerita.
Saat ibu melihatmu berjalan mengikuti Ibu, Ibu selalu berpikir, ‘Gadis ini memiliki kekuatan untuk menjalani hidup.’
Oto, bertemulah dengan banyak orang. Lihatlah dunia dengan bebas. Berbicaralah dengan bebas. Hiduplah sesuai dengan yang kamu inginkan. Itu adalah harta yang paling berharga bahkan sejak saat kamu dilahirkan.
Suatu hari nanti, Oto akan sekolah dan berteman dengan banyak orang tidak ya? Menjadi anak SMP, lalu SMA. Lalu jatuh cinta. Cinta seperti apa yang akan Oto alami, ya?
Oto, jatuh cinta tidak selalu bahagia. Terkadang kita juga merasa sakit. Ibu yakin saat kita merasa kesepian, kita tiba-tiba bertemu dengan seseorang. Kadang hidup terasa berat. Namun  kita bisa melupakan beratnya hidup saat kita jatuh cinta terhadap seseorang.

Jatuh cinta lah. Dan Ibu harap kamu akan bertemu dengan dia. Cintamu satu-satunya. Orang itu pasti akan memberikan jawaban atas pertanyaanmu yang membuncah. Dia yang akan mendengarkan ceritamu. Dia merasa bahagia kamu telah dilahirkan.
Bunga anggur rasanya seperti anggur.
Bunga pisang rasanya seperti pisang.
Ibu percaya cinta adalah sesuatu yang meninggalkan jejak di hati orang lain. Saat Oto tertawa, Ibu juga akan tertawa. Saat Oto berlari, Ibu akan berlari.

Anak Ibu yang paling ibu sayangi. Oto yang paling Ibu cintai. Ibu mencintamu. Berbahagialah.

Dari Ibu.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_020

Lalu Oto menangis sesenggukan dalam dekapan tangannya.

Perlahan pagi merangkak. Truk meluncur mulus di jalan raya menuju Tokyo. Ren menepuk pundak Oto dan memberi isyarat jari menuju angkasa. Di sana matahari terbit dengan indah.

Oto turun di tepi jalan, dan mengatakan temannya bekerja di sebuah Izakaya. Ia mau menanyakan temannya apakah bisa menginap di sana. Oto meminta Ren untuk menunggu di sana sebentar. Sebelum Oto pergi, Ren memberikan satu kaleng buah persik, yang diterima Oto dengan suka cita. Ren menatap punggung Oto yang semakin menjauh.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_021

Ren menunggu cukup lama. Beberapa saat kemudian seorang wanita memanggil namanya, “Ren!”. Gadis itu berlari menghampirinya dan memeluknya erat. Ren berseru, “Konatsu?!”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_023-1

Oto kembali. Dan Ren sudah tidak ada lagi di sana.

Dan sejak itu.. mereka tidak pernah bertemu lagi.

Setahun berlalu semenjak pertemuannya dengan Ren. Oto sudah tinggal di apartemen kecil di Tokyo selama setahun. Tinggal di kota yang asing. Jalan yang asing. Orang yang asing. Bahkan ketika Oto digoda oleh pria kaya di pom bensin (Oto bekerja di pom bensin), ia hanya menatap sinis.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_02401_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_part02_025

Hanya satu pertanyaan yang masih melekat di hati Oto

Hikoshiya-san. Kamu dimana?

REVIEW

Episode pembukaan yang sangat mengalir indah. Smooth dan nggak macem-macem. Kesan pertama saya dengan karakter Soda Ren adalah.. lucu. Imut, dan polos. Apalagi tanpa pikir panjang dia langsung ke Hokkaido dan mengantarkan surat Oto. I’m curious how each character would developed, seperti Haruta yang terlihat cuek, Oto dengan sorot mata hangat, dan Ren yang masih suka melihat ke bawah. Saya suka saat Oto bilang alasan ia suka dengan Hori-kun. Oto suka saat ia melihat ke bawah. dan jelas-jelas itu Ren banget. Hikoshiya-san yang malu-malu dan polos, yang senang menatap tali sepatu. Hihihi

Ini pertama kali saya melihat Kora Kengo berakting, dan langsung jatuh cinta. Nishijima Takahiro (si cowok yang menggoda Oto di pom bensin) pun sepertinya akan jadi karakter yang menarik. Sebelumnya saya lihat dia di Tumbling, namun kurang atraktif. But I adore his smile. Jadi penasaran dengan episode selanjutnya.

Oke, stay tune terus, ya! ^_^ Sampai berjumpa di sinopsis selanjutnya!

Previous: [Part I] Sinopsis Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naiteshimau – ep01

Next: [Part 1] Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naiteshimau Sinopsis Episode 02

 

Warm regards

Sindayu Annisa M

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/11/part-2-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naite-shimau-sinopsis-episode-01/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>