01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_000
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/08/part-i-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naite-shimau-sinopsis-episode-01/

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_001

Namanya Oto Sugihara, seorang gadis kecil yang kini sebatang kara ditinggal ibunya. Gadis itu tampak tegar, meskipun kakek yang menjemputnya kini mengatakan dengan nada keras, “Mulai sekarang namamu Oto Hayashida. Dan jangan bicara dengan logat kansai!” ucap Masakiho Hayashida dengan wajah ditekuk. Meski demikian, Oto hanya mengangguk dan pasrah begitu mobil kecil itu membawanya dari Osaka menuju Hokkaido.

* * *

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_002

Seorang pria terbangun oleh bisikan pacarnya di sebuah ruangan apartemen yang jauh dari mewah. Pria yang bernama Soda Ren itu terlihat ‘manut’ dan hormat pada pacarnya. Mungkin karena gadis bernama Kihoko itu terlihat seperti kalangan atas. Mantelnya terlihat mahal, belum lagi dandanannya yang terlihat seperti wanita karir kelas atas. Meskipun demikian, Kihoko tetap menatap Ren penuh kasih sayang, sebelum akhirnya ia pamit untuk berangkat ke kantor.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_003

Beberapa detik setelah kepergian Kihoko, Ren dikejutkan oleh temannya, Haruta yang muncul tiba-tiba di depan rumah. Pasalnya, Haruta meninggalkan kesan buruk sebelum kepergiannya. Uang yang disimpan Ren di bawah bantal ludes dibawanya, dan Ren hanya bisa menyembur protes. Menerima kenyataan kalau uangnya sudah tidak tahu dimana rimbanya.

Tapi sepertinya mereka sudah berteman baik, karena beberapa saat kemudian, mereka sudah bergulat riang dengan tawa yang mengudara.

Namun ada yang membuat Ren cemas. Haruta mencuri sebuah tas wanita yang katanya cuma berisi 2000 yen. Dengan santai Haruta berkata ia menemukan tas itu tergeletak. Dan ia juga kehabisan uang di perjalanan pulang, karena itu ia mengambil uang yang di dalamnya. Ren hanya menatap sahabatnya protes, tak percaya kalau ia bisa setega itu mengambil barang orang lain.

* * *

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_004

Soda Ren bekerja di sebuah perusahaan jasa pindahan rumah. Pagi itu ia bertugas memindahkan perabotan di rumah yang tidak ada elevatornya. Terlihat sibuk sekali bukan? Tapi sepertinya cuma Ren yang sibuk, sementara temannya yang lain hanya bekerja sepertiga waktu. Temannya terlihat bersantai sambil main ‘tusuk buah’ sementara Ren mengerjakan pekerjaan sisanya.

Hari merayap perlahan, berganti malam. Ren yang sudah cukup lelah masih harus disuruh managernya untuk memindahkan sejumlah kardus. Tapi Ren tampak tidak puas. Ia protes pada managernya tentang gajinya yang dipotong. Namun ternyata, gajinya itu untuk jaminan hari tua.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_005

Ren melangkah pulang ke rumahnya dengan gontai. Sahabatnya, Haruta sudah terlelap di kasur Ren dengan barang-barangnya yang berserakan. Ren membereskannya sambil menghela nafas. Gerakannya terhenti pada tas yang diambil Haruta. Di sana ada kartu nama yang tertulis nama “Hayashida Oto”. Namun yang menarik perhatian Ren adalah sebuah amplop berisi kertas. Perlahan, dibukanya dibukanya amplop itu, dan ia mulai membaca.

Semakin membaca, nafas Ren terlihat memburu. Wajahnya semakin cemas. Terakhir, ia mendekatkan kertas tersebut ke bola lampu sambil terus membaca. Matanya langsung membulat. Serta merta ia langsung membangunkan Haruta.

“Hey, Haruta. Kamu mengambil tas ini di mana? Ini sangat penting bagi orang ini. Hey, Haruta!”

Namun Haruta masih tergolek lemas dikendalikan kantuknya, dan tidak menyahut sama sekali.

Ren menghela nafas.

* * *

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_00601_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_007

Truk itu bergerak menembus kegelapan malam. Dengan modal sedikit nekat, Ren meminjam truk kantor untuk pergi ke Hokkaido. Namun perjalanannya kurang begitu mulus. Truknya harus terhenti di tengah jalan lantaran mogok. Tapi untungnya sudah sampai di Hokkaido, dan sejengkal lagi menuju tempat si Hayashida Oto.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_008

Sesampainya di tempat dry cleaning, Ren disambut oleh seorang gadis. Ia bertanya tentang Hayashida Oto. Namun kata gadis tersebut, ia sudah meninggal lantaran shock tasnya dicuri. Akhirnya Ren keluar dengan lesu.

Namun Ren terkesiap saat gadis itu membuntutinya dari belakang. Bawa sapu lagi! Dengan lantang gadis itu bertanya, “Kamu siapa?”

Dengan tergagap Ren menjawab, “Saya datang dari tokyo.”
“Ada urusan apa dengan Hayashida?”
Ren mengeluarkan tas gadis itu perlahan. Gadis itu langsung berseru, “Pencuri!”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_009

“B-b-bukan!” Ren langsung pucat.
“2060 yen!” kata gadis itu lagi.
“Hah?”
“Di dalamnya ada 2060 yen!”

Di tengah kehirukpikukan itu, Ren melihat kartu nama yang tergantung di dada gadis itu. Di sana tertulis: Hayashida Oto. Oto sendiri sadar kartunya diperhatikan. Kontan ia berkata, “Akulah Hayashida Oto.”

“Bukankah tadi katanya dia sudah meninggal?” kata Ren polos.

“Apakah aku terlihat seperti orang mati?”

Dan mereka berdua kompak tersenyum. Oto sekali lagi bilang mengenai uang 2060 yennya. Ren memberikan tasnya dengan ragu-ragu. Saat gadis itu mengeceknya, ternyata uangnya sudah raib. Dengan marah ia langsung menyeret Ren ke polisi. Namun Ren langsung menjelaskan bahwa bukan ia yang mencurinya. Gadis itu tetap bersikukuh meminta kembali 2060 yen-nya. Akhirnya Ren memberikannya dengan pasrah. Padahal bukan Ren yang menggunakannya, ya? Di sini saya pikir dia baik sekali.

Dan sepertinya gadis itu juga berpikir hal yang sama. “Kamu mengantarkannya ke sini? Walaupun bukan kamu yang mencurinya?” dengan polos Ren mengangguk. Gadis itu terkesima, sebelum akhirnya merogoh kantung baju. Ia menyodorkan sesuatu pada Ren, dan ternyata sebuah permen strawberry. Permet imut dengan desain klasik yang saya rasa jarang sekali ditemukan di zaman modern seperti ini.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_010

“Makanlah” kata gadis itu sambil berlalu.

“Tunggu sebentar!” kata Ren, menghentikan langkah gadis itu. “Masih ada lagi.”

Lalu Ren mengeluarkan secarik kertas dari kantungnya. “Aku datang untuk mengantarkan ini.”

“Jadi sudah kamu baca?”

“Maafkan aku. Aku rasa si empunya surat ini membaca surat ini berulang kali. Pasti surat ini sumber kekuatannya. Karena itu aku kembalikan…

… Ini, surat dari Ibumu.”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_011

Gadis itu hanya terdiam, sebelum akhirnya berkata “Buang saja.” dan meninggalkan Ren dengan gelembung tanya yang semakin membesar.

Hayashida Oto pulang dan mendapati rumahnya kedapatan TV baru. Ayah (atau kakek? Karena terlihat tua sekali) angkatnya terlihat sumringah dan mengatakan bahwa Atsushi Shirai, konglomerat di desa itu tengah datang berkunjung. Atsushi membuang bunga yang sudah tumbuh di rumah itu seenaknya, namun Oto hanya terdiam sambil menatapnya.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_012

Sementara itu Soda Ren tengah menyantap hidangan di sebuah restoran dengan lahap. Orang satu restoran heboh dan menanyakan ada hubungan apa ia dengan Oto. Namun salah satu bapak mengatakan, jangan terlalu berharap, karena Oto sudah dipinang oleh seorang konglomerat. Rupanya Atsushi yang tadi tengah mengunjungi Oto adalah konglomerat yang meminangnya.
Rumor yang bertebaran mengisukan bahwa Oto yang sebatang kara ‘dijual’ oleh bapak angkatnya karena ia butuh uang.

Namun yang membuat mengiris hati, saat bapak angkatnya menggunjing ibu Oto, di depan Oto sendiri. Katanya, ibu Oto adalah orang yang punya anak di luar nikah. Hal pertama yang diajarkan pada Oto adalah menggosok pispot toilet dengan tangan kosong. Bisa terbayang kerasnya hidup Oto, saat orang tua itu dengan bangganya menceritakan cara mendidiknya yang keras.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_013

Sementara itu Hujan turun rintik-rintik, dan Ren terpaksa tidur di dalam truk. Di tengah tidurnya, terdengar suara ‘tuk’ yang membentur truknya. Hayashida Oto sedang ‘iseng’ terbangun di tengah malam dan menimpuki truk tersebut.

Saat Oto melihat Ren, langsung ia berteriak, “Dorobo!” (Pencuri)

Ren langsung menggeleng cepat-cepat. “Saya bukan pencuri. Saya Hikoshiya (Orang yang sedang berpindah-pindah). Oto langsung tersenyum dan memanggil Ren “Hikoshiya-san”

Mereka mulai membuka pembicaraan. Oto takjub melihat Ren membawa begitu banyak buah persik kalengan. Dengan polosnya gadis itu berkata, “Banyak yang jatuh cinta denganmu karena kamu membawa begitu banyak buah peach kalengan.”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_014

Hayashida Oto sangat cerewet. Ia bertanya tentang kebenaran isu bahwa kita bisa berjalan mengitari lintasan kereta api tokyo. Dan Ren membenarkan. Namun Oto malah bilang ‘bohong!’. Tapi dengan polos Ren membenarkan bahwa ia bisa berjalan sepanjang tiga stasiun pemberhentian.

Oto tersenyum. Dia memberikan permen lagi. Ren menerima dengan malu-malu lalu memakannya sambil menunduk. Oto terus menatap cowok yang tengah mengunyah permen strawberry pemberiannya itu sambil tersenyum.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_015

Lalu Oto mengajak Ren ke suatu tempat. Saya suka gaya Oto yang langsung bilang “Kuru” (Ikut?) dan membiarkan Ren mengikuti di belakangnya. Setelah mendaki gunung lewat di lembah, mereka sampai di sebuah dam yang besar. Oto bercerita kalau seharusnya di sini dibangun sebuah dam. Tapi tidak jadi. Sepuluh tahun yang lalu, pembangunan dihentikan. Katanya, setiap kali air bah datang datang, siren berbunyi kencang dan orang-orang mengungsi untuk sementara. Lautan rumah berubah seketika menjadi danau. Dan terbenam di bawah air. Oto berkata dengan senyum manisnya. “Aku merasa kota ini pantas untuk tenggelam. Karena itu aku selalu mengkhayalkan itu.”

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_016

Percakapan pun beralih. Ren bertanya tentang perjodohan Oto. Oto sampai tertawa. “Kamu detektif?” yang langsung dijawab malu-malu oleh Ren, “Saya Hikoshiya-san.”

Dan dengan menerawang Oto berucap, “Mungkin bagi orang Tokyo perjodohan itu tidak lazim. Namun bagi kami itu hal biasa.”

“Namun bagaimana dengan surat ibumu?”
“Hal seperti itu cuma jadi beban.” potong Oto kalem. “Sugihara Oto sudah larut bersama danau khayalanku. Yang ada sekarang hanya Hayashida Oto. Oto yang selalu bertemu dengan orang yang sama. Oto yang menelusuri jalan yang sama. Oto yang bertahan di tempat yang sama.”

Dan percakapan mereka terbelah oleh terbitnya matahari.

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_018

01_J_Drama_Itsuka_Kono_Koi_wo_Omoidashite_Kitto_Naite_Shimau_ep01_019

Lanjut ke part 2

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/08/part-i-itsuka-kono-koi-wo-omoidashite-kitto-naite-shimau-sinopsis-episode-01/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>