From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_000
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/04/part-2-from-5-to-9-watashi-ni-koi-shita-ikemen-sugiru-obou-san-sinopsis-episode-01/

Esoknya, Junko mendapatkan dua kabar baik sekaligus. Yang pertama, akan ada pesta penyambutan general manager di kantornya. Dan yang kedua, akan ada murid baru di bawah naungannya. Senyum mulai merekah di wajahnya. Murid baru artinya kesempatan untuk dapat gaji yang lebih tinggi. Itu artinya semakin besar nominal pundi-pundi tabungan-new-yorknya. Junko yang mulai melupakan kejadian kemarin, kini kembali bersemangat.

Junko yang full energi membuka pintu kelas dengan semangat. Namun betapa kagetnya ia ketika wajah si biksu datar menyambutnya dari dalam kelas. Dengan ngeselinnya dia berkata, “Selamat, ya. Kamu baru dapat murid baru.”

Kelas pun mulai berjalan. Peraturannya adalah, harus berbicara dalam bahasa inggris. Tidak masalah bagi Hoshikawa, karena setelah itu ia tampak meracau dengan bahasa Inggris dan berbicara tentang pernikahan. Dari yang “harus memakai gaun pengantin kuil” hingga “boleh saja berfoto di depan pohon natal.” Hachiya dan Yuki sampai menyaksikan dengan seksama. Dan bahasa inggrisnya lancar jaya. Jadi, sepertinya point Hoshikawa kursus bahasa Inggris di sini cuma pengin stalking-in Junko. Hihihi.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_002

Di tengah kehirukpikukan itu, Junko mendapatkan kejutan yang sangat manis. Rupanya general manager yang baru adalah kenalannya di masa lalu. Dan dilihat dari cara tersenyumnya, Junko seperti menyimpan rasa pada manager pria ini.
From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_001
Namun pesta yang seharusnya menyenangkan itu harus suram lantaran Hoshikawa selalu membuntuti Junko kemanapun ia berada. Bahkan Arthur Sensei yang menawarkan tiket nonton, harus menariknya kembali lantaran Hoshikawa yang selalu muncul tiba-tiba. Junko yang lelah akhirnya pamit karena harus mengejar kereta yang selanjutnya. Tawaran Hoshikawa untuk mengantarkannya pun ditepis tegas.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_003

“Jangan hanya memikirkan dirimu sendiri. Dan jangan ikuti aku lagi.” Kata Junko tegas.

* * * *
From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_004
Jika Junko mendengar hal ini langsung, ia pasti langsung tersenyum lega. Ternyata Nenek Hoshikawa lebih menyukai gadis pilihannya untuk menjadi pengantin kuil. Namanya Kaori. Dan ciri khas mainstream nenek kejam, sang Nenek memberi ultimatum untuk menikah dengan si Kaori ini. Jika tidak, maka kuil akan jatuh ke tangan adik Takane.

“Kamu harus menikah dengan orang yang pantas untuk kuil.” kata sang Nenek. Dan dengan berat hati, Takane Hoshikawa pun menyetujuinya.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_005

Esoknya, Hoshikawa Takane yang seharusnya memberikan surat pembatalan perjodohan, malah memandang Junko dari jauh. Di kelas pun ia malah bertingkah lucu. Sudah menyodorkan suratnya, namun malah ditahan. Junko sampai kesulitan mengambil surat tersebut. haha.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_006

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_007

Bencana tidak berhenti sampai situ saja. Arthur Sensei cuti, dan Junko harus menggantikannya mengajar di kelas ibu-ibu elit yang notabene adalah penggemar Arthur Sensei. Konon katanya, mereka ibu-ibu yang tidak menyenangkan. Benar saja. Gerimis ‘halo’ menyambut Junko saat guru 29 tahun itu menyapa mereka untuk pertama kalinya. Namun ada interaksi terjadi. Salah seorang ibu harus menyambut teman Kanadanya dengan bahasa inggris, oleh karena itu ia harus membuat naskah pidatonya. Saat Junko mengajak seisi kelas untuk membuat naskah bersama-sama, yang ada hanya saling pandang dan sorot mata malas.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_008

Sementara itu, Hoshikawa Takane masih terus memikirkan Junko. Akhirnya ia bertapa di bawah air terjun, untuk mengembalikan konsentrasinya kembali agar tidak diliputi hal-hal yang berbau duniawi. Sang nenek memandangnya dari jauh. Ia berpikir, mungkin ini saatnya ia mengambil tindakan.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_009

* * *

Pagi masih damai. Junko masih  terbalut jersey buluk kebesaran. Dan ia masih mendengkur di balik selimut. Namun bel ngotot berbunyi dengan suara nyaring dan repetisi. Dengan menyeret langkah, Junko mengintip sang tamu dari lubang di balik pintu. Dan biksu-biksu berbaju hitam berdiri rapi dengan formasi nenek Hoshikawa di tengahnya.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_010

Nenek Hoshikawa meminta maaf karena Takane sudah mengganggu Junko. Dan dia memohon sambil membungkuk pada Junko agar gadis itu menjauhinya. Junko cuma melongo, menganga, dan apapun itu hingga ia rasa ia pantas dijuluki Patrick. Yang ngeselinnya lagi, setelah membungkuk sang nenek tersenyum licik seraya berkata “Selamat tinggal”, sebelum akhirnya melengos pergi dari rumah Junko. Junko masih betah dengan pose melongonya. Ia hanya bisa memandangi barisan biksu yang perlahan menghilang dari balik pintu.

Junko yang masih bertanya-tanya melihat tingkah sang nenek, berangkat ke kantor dengan dongkol. Namun kekesalannya lenyap di udara tatkala bertemu dengan Kiyomiya, sang general manager yang dulunya adalah guru bahasa Inggris Junko.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_011

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_012

Percakapan mengalir indah di sana. Nampak sekali Junko kangen dengan gurunya itu. Sampai akhirnya percakapan terbentur pada keinginan Kiyomiya untuk mencari asisten baru di New York. Ia hanya bisa membawa asisten yang juga pegawai, dan ia menawari Junko akan posisi itu. Namun Junko harus mengikuti tes terlebih dahulu. Tes promosi. Dan itu ke New York! Bahkan Kiyomiya juga mengundang Junko untuk makan bersama dengan para staff New York di Roppongi. Senyum Junko langsung melebar…

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_013

.. dan menguncup saat Takane bertanya siapa pria yang tadi berbicara dengan Junko? Apakah mereka janjian sebelumnya? Apakah mereka bertemu kebetulan? Junko yang urat nadinya menegang langsung membeberkan kedatangan nenek Hoshikawa yang tidak terduga-duga. Junko sudah mencapai batas. Ia bilang, “Jangan campuri urusanku di luar kelas.”

Takane menyerah. Akhirnya ia menyetujui perjodohannya dengan Kaori.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_014

Hari ulang tahun Junko pun tiba. Hari ini Junko sudah memancangkan busana terbaik. Bahkan ia memakai sepatu yang belum pernah dipakainya. Sepatu hasil dari gaji pertamanya. Hari ini sangat dinanti-nantikan, lantaran ia diundang oleh Kiyomiya untuk makan bersama staff dari New York di Roppongi.

Baru saja ia akan berangkat dengan senyum bersemi, ketika ponselnya berdering. Seketika wajahnya langsung berubah.

Ternyata itu telepon dari ELA (Tempat kursus tempat ia bekerja). Kabarnya murid penggemar Arthur sensei melayangkan protes dan ancaman untuk tidak melanjutkan kursus di sana. Penyebabnya adalah naskah pidato Junko yang dinilai terlalu ketinggalan jaman. Akibatnya murid tersebut harus menanggung malu. Junko yang merasa bertanggung jawab harus pergi ke tempat murid tersebut. Tempatnya sangat jauh. Sejauh 2.5 jam dengan kereta api ditambah dengan bus. Akhirnya dengan dandanan yang terlanjur cantik, Junko menempuh perjalanan itu.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_015

Sesampainya di sana, Junko harus menanggung malu dan menundukkan kepala, minta maaf. Bahkan ketika orang tuanya dibawa-bawa dalam percakapan, Junko masih membenamkan kepala. Ia memohon maaf dan berharap mereka masih mau melanjutkan untuk kursus di ELA.
From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_016
Junko pulang dengan lesu. Hari ini benar-benar hari sialnya. Hak sepatunya copot dan ia jatuh berdebum. Bis selanjutnya masih ada dua jam lagi. Dan Mishima, sahabatnya tidak bisa menjemputnya lantaran sibuk dengan pekerjaan. Kemudian hujan turun, menyisakan Junko yang nelangsa, meratapi ulang tahun terburuk sepanjang hidupnya..

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_017

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_018
From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_019

…sampai sebuah mobil putih mewah berhenti di dekat halte. Pintu terbuka perlahan, menampilkan seseorang berpakaian biksu yang kemudian berjalan membawa payung. Junko hanya bisa terkesima saat Hoshikawa Takane menaunginya dengan sebuah payung hitam. Dan dengan sentuhan kesandung sedikit, dia tak sengaja jatuh ke pelukan Hoshikawa.

Dan Hoshikawa Takane semakin memeluk Junko.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_020

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_021

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_022

Setelah lepas dari pelukan, Junko memejamkan mata. Oke, siapapun mengira jika seorang wanita memejamkan mata, ia minta dicium. Hoshikawa pun salah satu yang berpikir begitu. Hampir beberapa cm lagi ia akan mencium Junko, tau-tau Junko.. bersin. Penonton kecewa..

Sebelum gadis itu bertambah sakit, Hoshikawa Takane memutuskan untuk pulang. Namun Junko menemukan kejutan manis di mobil Hoshikawa. Sebuah buket bunga mawar terbesar yang pernah dilihatnya.
From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_023
“Aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun padamu.”

Junko hanya bisa memandang Hoshikawa dengan tersentuh.

Lalu potongan-potongan gambar bermunculan. Sang resepsionis cantik yang mati-matian mencuri perhatian Mishima, lalu Arthur Sensei yang memergoki ‘paket’ kepunyaan Momoe Sensei, dan Yuki yang tengah memandangi wajah Junko sensei lewat layar ponselnya. Ya, Yuki sang gadis mungil yang selalu bersama Hachiya.
Dan.. scene berganti lagi ke Hoshikawa Takane dan Sakuraba Junko. Tiba-tiba Takane menyeret Junko yang tengah terlelap di mobilnya. Junko tertatih-tatih dengan pertanyaan yang berderap di kepalanya. Ada apa Takane? Eh? Kenapa cepat-cepat? Kau mau bawa aku ke mana? Yang tak dihiraukan sedikitpun oleh Takane.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_024

Hanya satu kata-kata Takane Hoshikawa “Sejak bertemu denganmu, aku menjadi aneh.”

Lalu Junko dihempaskan ke sebuah ruangan, yang kemudian ditutup pintunya, dan dikunci. Dikunci saudara-saudara! Lalu dengan polosnya Takane mengatakan. “Kau tidak akan kubiarkan keluar.”

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Part02_025

***

Read previous: [Part 1] From 5 to 9 ~ Watashi ni Koi Shita Ikemen Sugiru Obou-san Sinopsis Episode 01

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/03/04/part-2-from-5-to-9-watashi-ni-koi-shita-ikemen-sugiru-obou-san-sinopsis-episode-01/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>