From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_Opening
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/01/31/part-1-from-5-to-9-watashi-ni-koi-shita-ikemen-sugiru-obou-san-recaps-episode-01/

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_001

Di sebuah kuil yang khidmat, suara erang tangis terdengar di sela-sela doa yang mengudara. Seorang kakek meninggal dunia, dan istri muda yang terlihat 40 tahun lebih muda itu menangis tersedu-sedu. Dia memang kakek yang baik hati. Bahkan Ayah Sakuraba Junko (Ishihara Satomi) juga menumpahkan tangisnya. Namun Ibu Junko tidak mengikuti jejak ayahnya. Ia malah sibuk terkikik melihat lalat yang merayapi kepala botak salah satu biksu.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_002

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_004

Lain dengan Ibunya, Junko sibuk meratapi nasib kakinya yang kesemutan lantaran duduk melipat kaki.
Namun ia tak menyangka kaki yang kesemutan itu bisa membawanya ke kesialan tingkat lanjut. Ketika tiba gilirannya memberi penghormatan pada abu sang kakek, ia berjalan dengan sempoyongan. Kakinya yang sudah mati rasa membawa badannya oleng, hingga menyenggol mangkuk abu sang kakek! Mangkuk abu pun melayang tak berdaya, sementara serbuk abu mulai berhamburan ke mana-mana. Masih mending jatuh ke lantai. Sayangnya abu tersebut tumpah ke kepala biksu yang sedang merapal doa. Biksu yang ternyata tampan itu hanya menatap Junko dengan mata dinginnya, sementara Junko yang malang mencicit pelan, “Maafkan aku.”

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_005
* * *
Sakuraba Junko adalah wanita cantik jago berbahasa Inggris yang memiliki impian mencapai New York. Ia bekerja di Akademi bahasa Inggris bernama ELA dan menjadi salah satu tutor elit di sana. Kemampuan Englishnya di atas rata-rata, dan nampaknya ia cukup populer di kalangan siswa, guru dan staff lantaran sifatnya yang ramah dan menyenangkan.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_007

Di ELA sepertinya terlihat skema hubungan cinta yang cukup rumit. Sang resepsionis Mori Masako memandang kartu nama Satoshi Mishima (Yuki Furukawa) dengan berbunga-bunga. Namun dari cara Mishima menyapa Junko, sepertinya pria itu menyukainya. Apalagi mereka teman kuliah. Yah, kita lihat saja kelanjutannya. Untuk pecinta Furukawa Yuki, di sini dia cukup lumayan berbahasa Inggris lho. Walaupun scenenya masih kalah dengan Junko dan Si Biksu Kece (Yamashita Tomohisa)

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_008
Anyway, pagi itu para staff ELA dihebohkan dengan berita datangnya General Manager yang baru. Katanya dia datang dari New York. Katanya dia ahli dan tampan. Dan para wanita langsung antusias menyambut berita itu.
Dengan datangnya General Manager baru tak lantas membuat ‘pria lama’ kehilangan kiprah. Arthur-sensei yang berdarah campuran Inggris tetap digandrungi para cewek. Apalagi Hachiya Renji, si murid SMA yang memiliki satu apartemen penuh di daerah Shibuya. Namun sayangnya, dimana ada Hachiya, di situ ada Yuki, gadis imut ceria yang sangat ngefans dengan Junko. Akhirnya, para gadis harus berlapang dada menerima kenyataan.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_009
* * *

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_010
Junko pulang kantor dengan lesu. Di kereta ia hanya menatap keluar jendela dengan pandangan kosong. Sesampainya di rumah pun ia hanya menjawab sapaan keluarganya dengan seadanya. Dengan ekspresi yang sulit ditebak ia menjejalkan selembar uang di sebuah celengan sederhana bertuliskan “Rencana pindah ke New York. Target: 1Juta Yen.”

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_011
Namun nampaknya keluarga Sakuraba memiliki sesuatu yang disembunyikan. Tiba-tiba pembicaraan di meja makan malam itu mengenai apakah Junko memiliki pacar atau tidak. Minggu depan ada waktu atau tidak. Junko yang tidak bisa membaca atmosfir hanya berkata cuek, “Biasanya aku kan bermalas-malasan di rumah”. Berbagai alasan seperti “Kita akan merayakan ulang tahun Junko” terlontar. Junko curiga. Sudah dua tahun terakhir mereka tidak merayakan ulang tahun Junko. Namun alasan berikutnya sangatlah bagus.
“Kami tidak tahu kapan kau pindah ke New York bukan?”
Junko terharu. Dengan mata berkaca-kaca dan raut wajah malu-malu akhirnya ia menyetujui perayaan ulang tahunnya yang diatur lebih awal. Dengan menu makanan kepiting, tentu saja. *Makanan favorit Junko.
* * *

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_012
Junko pun datang ke restauran super mewah. Dengan berseri-seri ia tak menyangka akan dijamu seluar biasa ini. Begitu ruang makannya ditunjukkan, seorang biksu sudah duduk di sana. Awalnya Junko mengira ia salah ruangan. Namun biksu itu bilang, “Silahkan masuk. Anda berada di ruangan yang benar.”
Meski balon pertanyaan masih melayang di kepala Junko, toh gadis itu masuk juga. Namun sebuah ingatan hinggap di kepalanya. Ternyata biksu itu adalah korban ‘abu melayang’ gara-gara kesalahannya di kuil tempo hari! Kontan Junko langsung minta maaf sambil membungkuk-bungkuk.
“Maafkan aku yang waktu itu! Maafkan aku!”
Namun sang biksu malah berkata, “Selamat ya.”
Hening beberapa saat dan sang biksu berkata lagi, “Aku mengizinkanmu menjadi istriku.”

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_014
“Mulai saat ini mari berusaha untuk memahami satu sama lain.”
Hening. Hening. Dan hening. Junko baru sadar bahwa ia korban penipuan keluarganya sendiri! Ngga selebay itu juga sih. Sederhananya, keluarganya sudah mengatur perjodohan atau biasa disebut “Omiai” pada sang biksu atas permintaan kuil Ikkyouji sendiri.
Menolak biksu ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi kalau berurusan dengan hidangan yang enak. Apalagi kalau hidangannya adalah kepiting! Ya Tuhan. Junko yang sangat ngidam kepiting akhirnya tak kuasa menolak makanan itu. Mungkin tidak ada buruknya menolak setelah menyantap hidangan.
Yang kocak bukan hanya kepiting, namun percakapan antara Junko dan Biksu kece yang ternyata bernama Hoshikawa Takane (Yamashita Tomohisa).

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_016

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_015
“Aku ingin kau mempelajari cara merangkai bunga dan upacara minum teh.”
“Hah?”
“Rekanan kuil kami banyak. Tolong segera persiapkan diri untuk menjadi istri keluarga kuil.”
“Eh? Meskipun kau bilang begitu…”
“Anda datang untuk menjadi istri seorang biksu bukan?”
Lol. Komunikasinya cuma searah. Kalau bukan karena kepiting, Junko sudah pergi dari sana. Tapi gadis itu memilih duduk dan menyantap kepitingnya dengan lahap. Di sela-sela santapan hidangan, Junko terus-terusan berkata “Oishiii” sambil tersenyum puas. Takane hanya bisa menatap gadis itu tanpa ekspresi.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_017

Sampai sebuah percakapan terjadi.
“Kepitingnya enak, ya.”
“Aku tidak membencinya.” Kata Takane
Dahi junko berkerut, sebelum akhirnya berkata lagi,
“Kepitingnya enak, ya.”
“Aku tidak membencinya.”
Kali ini kerut Junko semakin kentara.

From-5-to-9_Watashi_ni_Koishita_Ikemen_Sugiru_Obou_san_ep01_018
***
Junko yang murka langsung protes kepada keluarganya. Bisa-bisanya mereka menjual putrinya hanya karena sepaket daging! (Kuil Ikkyouji memberi daging pada keluarga Sakuraba.)
“Pokoknya katakan pada mereka aku menolaknya!”

Bersambung ke part 2

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/01/31/part-1-from-5-to-9-watashi-ni-koi-shita-ikemen-sugiru-obou-san-recaps-episode-01/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>