ep04-13
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/01/30/itazura-na-kiss-love-in-tokyo-recap-episode-04/

Warning! Post ini mengandung kronologis cerita yang sangat akurat. Tidak disarankan untuk yang belum menonton drama ini. The purpose of this post is just to funly share. Enjoy, Minna!

Episode 4

ep04-01

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Setelah musim panas yang penuh kenangan bersama Irie Naoki, musim gugur dan musim dingin berlalu. Hingga saat ini musim semi. Kotoko, Jinko dan Satomi sudah berhasil masuk ke Universitas Tonan. Meski mereka tengah berbahagia karena berhasil masuk universitas, namun Kotoko harus lesu karena hubungannya dengan Naoki tidak mengalami perkembangan.

ep04-02
Scene dimulai ketika Tahun baru. Hari itu Jinko, Satomi, dan Kotoko janjian pergi ke kuil terdekat untuk berdoa di awal tahun baru. Satomi berdoa keras-keras supaya ia bisa memiliki kehidupan kuliah yang baik, sedangkan Jinko memohon supaya memiliki pacar tahun ini. Sementara Kotoko? Ia tidak mengucapkan sepatah katapun lantaran khusyuk berdoa. Jinko dan Satomi sampai bilang, “nggak usah ngomong juga kita tahu apa yang dia inginkan.” Hahaha.. Way to go, Kotoko-chan!

ep04-03
Setelah berdoa, mereka memutuskan untuk mengambil undian ramalan. Ramalan Kotoko, Jinko, dan Satomi sama: super beruntung. Ditambah lagi dengan Kotoko yang mendapat ramalan “Orang yang kau tunggu akan datang.” ini membuat hari tahun baru Kotoko menjadi sangat meriah.

ep04-04 (1)
Sementara itu, Kinchan seperti memiliki rahasia, karena saat ini ia terlihat down. Di salah satu kafe, ia bertemu dengan dua temannya danmengatakan: “Jangan bilang Kotoko!”

ep04-05
Ketika Kinchan sedang lesu, Kotoko dan keluarga Irie tengah berbahagia merayakan Kotoko yang sudah resmi menjadi mahasiswa Universitas Tonan. Kotoko sampai berbagi kebahagiaan dengan memberi hadiah pemijat kepala untuk Naoki. Pemijat kepala yang mirip dengan pengaduk kue itu dihadiahkan kepada Naoki karena pria itu masih harus belajar untuk masuk perguruan Tinggi.

Tapi betapa mengejutkannya ketika Naoki bilang, “aku belum tentu mau melanjutkan ke perguruan tinggi.”

ep04-06
Tapi Kotoko pantang mundur dalam mendukung Naoki. Malam itu, Kotoko meminjam peralatan menjahit Ibu Naoki untuk membuat sebuah omamori (semacam jimat keberuntungan). Di situ mereka berdua mengobrol. Sebenarnya yang ingin memasukkan Naoki ke Universitas Tokyo (Todai) adalah Iri-chan (Ayah Naoki) karena Iri-chan dulunya juga alumni Todai. Iri-chan begitu karena ia ingin Naoki menjadi penerus perusahaannya. Tapi menurut analisis Ibu Naoki, mungkin hal itu yang membuat Naoki jadi seperti ditekan.

Satu hari sebelum Ujian Nasional Terpusat.

ep04-07
Kotoko mengetuk kamar Naoki dan masuk ke dalam untuk memberikan omamori yang ia buat untuk pria itu. Omamori untuk jimat keberuntungan dalam menjalani Ujian Nasional Terpusat. Di sini tanpa terduga, Naoki terlibat percakapan yang cukup panjang bersama Kotoko.

“Apa yang akan kau lakukan jika nanti masuk kuliah?”

Kotoko: “Belajar, dan berteman, mungkin?”

Irie: “Kau mau belajar walaupun kau tidak menyukainya? Aku tidak mengerti kenapa semua orang segitu inginnya masuk kuliah. Aku tidak ingin kuliah. Aku bisa belajar sendiri jika mau.”

Kotoko berdalih, bahwa kuliah adalah salah satu jalan untuk kualifikasi masa depan. Lalu Naoki bertanya: “Apa yang ingin kau lakukan?”

Kotoko: “Aku masih belum tahu. Aku akan mencari tahu saat nanti kuliah. Irie-kun juga, kau tidak boleh menggunakan kepintaranmu hanya untuk dirimu sendiri. Gunakanlah untuk kemajuan Jepang.”

Naoki diam sejenak sebelum akhirnya berkata lagi, “Kau hebat ya. Aku sering bertanya-tanya, kenapa kau selalu bersemangat dalam mengerjakan sesuatu. dan juga, kenapa kau masih juga gagal, padahal selalu semangat dalam menjalankannya. Aku terkesan. Rasanya aku ingin sepertimu.”

Akhirnya percakapan mereka terhenti karena Naoki sudah harus tidur untuk persiapan ujian esok hari. Lalu Kotoko meminta ijin untuk menggantungkan Omamorinya di tas Naoki. Omamori yang bertuliskan “Lulus” itu akhirnya tergantung indah di tas Naoki.

ep04-08
Esok paginya, Naoki bangun telat. Ternyata dia merasa tidak enak badan dan sedikit panas. Seluruh keluarga langsung panik dan kocar kacir mencari obat. Kotoko datang dengan membawa obat flu yang langsung diminum Naoki. Tapi… ternyata…. Obat itu mengandung obat tidur! Seluruh keluarga langsung panik lagi sambil berseru “Muntahkan! Muntahkan!”

ep04-09
Setelah itu, ternyata perjalanan ujian Naoki tidak semulus yang dibayangkan. Berkat Omamori buatan Kotoko, Naoki mengalami beberapa kesialan. Omamori yang tersangkut di elevator, kena ceramah penjaga stasiun gara-gara menghentikan jalannya  elevator, terjatuh di tangga, terlambat masuk ujian, pensil patah semua, ngantuk waktu ujian,hingga tidak bisa makan bekal karena bekalnya terlalu memalukan untuk dimakan.

ep04-10
Saat istirahat tes, Naoki disarankan oleh temannya agar membuang omamorinya. Namun Naoki bilang kalau setelah dia jatuh dan dibawa ke ruang kesehatan, omamori itu sudah tidak ada. Tapi nasib berkata lain. Ternyata petugas kesehatan yang melihat omamori itu menaruhnya di jaket Naoki. Temannya langsung berpendapat, “Sepertinya aku punya firasat kamu dan gadis itu akan bersama selamanya.”

ep04-11
Sampe dirumah, Kotoko tercengang melihat Naoki yang terlihat kacau. Kata Kotoko: “Rupanya omamorinya tidak berhasil.” Tapi Naoki justru bilang, “Nggak, omamorinya justru sangat berhasil.” (Haha..dalam arti sarkastik). Melihat itu, Kotoko jadi pesimis Naoki bisa lulus Ujian Nasional Terpusat. Namun keraguannya itu ditepis oleh pernyataan Satomi keesokan harinya. Teman Kotoko itu mendengar bahwa Irie Naoki bisa mengambil tes di Todai. Naoki mendapatkan nilai paling tinggi di antara anak-anak yang mau mengambil ujian ke Todai. Kotoko yang senang Naoki bisa sesukses itu akhirnya berniat pergi untuk menyelamatinya.

ep04-13
Saat bertemu dengan Naoki, Naoki bilang: “Terima kasih ya. Berkat Omamorimu, aku bisa lulus Ujian Nasional Terpusat.” Laluuu… perlahan wajah mereka mendekat…

… dan Kotoko tersadar dari khayalannya. (LOL! Kenapa mesti khayalan lagi sih!) saat itu ia hampir menabrak teman Naoki dari kelas A. Di situ teman Kotoko menceritakan semua kesialan yang menimpa Naoki saat ia sedang menjalani Ujian. Kotoko yang tidak menyangka omamorinya akan bekerja seburuk itu, pulang dengan langkah lesu.

ep04-14

ep04-15

Sepulang dari sekolah, Kotoko membuat coklat untuk Naoki. Coklat itu berbentuk hati dengan tulisan “Selamat atas kelulusannya dalam Tes Masuk Todai.” Sambil membuat coklat itu, Kotoko berdoa semoga apa yang ia tulis di coklat itu menjadi kenyataan. Dan pada hari Valentine (hari setelah Ujian Masuk Todai) Kotoko berniat untuk memberikannya.

Hari Ujian Masuk Todai

ep04-16
Hari ini seluruh keluarga mengantar kepergian Naoki sampai pintu depan. Disini Kotoko yang khawatir sesuatu terjadi pada Naoki, akhirnya memutuskan untuk pergi mengikuti Naoki sampai pria itu tiba di tempat ujian.

Di perjalanan, Naoki menyadari ada yang aneh dengan cara berjalan Kotoko. namun Kotoko mengelak saat ditanya, walaupun ia sendiri merasa ada yang salah dengan perutnya. Namun ia bertekad untuk bertahan sampai Naoki masuk ke gerbang Todai.

ep04-17
Namun rasa sakit di perut Kotoko tak bisa ditahan lagi. Alhasil, ia pingsan. Naoki yang melihat Kotoko pingsan langsung panik dan membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat.

ep04-18
Begitu Kotoko bangun dari pingsannya, ia berada di rumah sakit. orang pertama yang menyambutnya adalah keluarga Irie dan ayahnya. Katanya, Kotoko sakit apendik akut. Tapi karena sudah diberi obat, ia perlahan sembuh dan bisa pulang nanti sore.

Hal pertama yang Kotoko tanya setelah bangun adalah keberadaan Irie Naoki. Namun katanya, ketika keluarga Irie sampai di rumah sakit, Naoki sudah tidak ada. Mereka yakin Naoki sudah berangkat ke Todai untuk mengikuti ujian.

Tapi ternyata…. Naoki masih ada di rumah sakit. dengan tenang ia masuk ke kamar Kotoko dan mengatakan bahwa ia tidak mengikuti ujian. Ayah Kotoko yang melihat itu semua langsung berlutut meminta maaf. Gara-gara Kotoko sakit, Naoki jadi tidak mengikuti ujian masuk Todai. Kotoko juga menyalahkan diri sendiri gara-gara ini. Dengan rasa bersalah yang menggunung, akhirnya Kotoko memutuskan untuk keluar dari rumah Irie.

ep04-19
Kotoko berjalan tanpa tujuan dengan menjinjing sebuah koper besar. ia menggigil kedinginan. Di tengah kebekuan itu, tiba-tiba Naoki muncul membawa sekaleng kopi. Lalu Naoki mengerling koper bawaan Kotoko. Kotoko langsung berseru “Jangan hentikan aku!” tapi Naoki malah menjawab “Aku tidak menghentikanmu.”

Kotoko: “Kalau begitu, selamat tinggal.”

Kotoko baru saja akan berjalan lagi, ketika Naoki tiba-tiba bertanya, “Apa kau pergi karena aku tidak mengikuti ujian Todai?”

Kotoko langsung mengatakan bahwa ia membawa sial bagi Naoki. “Mungkin saja aku orang yang sangat buruk bagimu.”

“Mungkin kau benar juga. Sejak ada dirimu, tidak ada hal baik terjadi. Kau mengacaukan kehidupanku. Orang-orang di sekolah bergosip tentang kita. Kau membuatku membantumu belajar. Terlebih lagi, kau mengacaukan ujianku.” kata Naoki lagi.

“Aku benar-benar parah” kata Kotoko.

Namun tanpa disangka-sangka, Naoki berkata, “Tapi… menarik juga. Baru kali ini aku merasa gugup dalam hidupku. Baru pertama kali aku takut melihat hasil tes. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan.”

Kotoko: “Tapi Todainya?”

“Masalah Todai memang aku sudah memutuskan. Sehabis mengantarmu ke rumah sakit, aku punya banyak waktu untuk kembali ke tempat ujian.”

“Lalu kenapa?”

“Kau pernah mengatakan bahwa kau masuk kuliah untuk mencari tahu apa yang ingin kau lakukan. Dan akhir-akhir ini bersamamu cukup menyenangkan. Menjadi nervous dan gugup sekaligus excited. Menurutku masuk ke Universitas Tonan tanpa menjalani tes juga tidak buruk. Aku juga akan berpikir apa yang akan kulakukan saat di Tonan.”

“J-jadi, maksudmu… Kau memilih Universitas Tonan karena aku?” tanya Kotoko takut-takut.

“Bukan itu maksudku.” (PADAHAL PASTI ITU MAKSUDNYA! HAHAHA)

Setelah itu, Naoki malah pergi dan mengusir Kotoko. pasti karena dia malu. Hahaha.. Tapi bukannya pergi, Kotoko malah bilang, “Apakah aku masih bisa tinggal di rumahmu? Aku tidak akan menyusahkanmu!”

dengan sinis Naoki berkata, “Pembohong. Kau tidak mungkin tidak menyusahkanku.”

“Benar juga ya. Kalau begitu aku akan membuat hidupmu jadi menyenangkan!”

Mendengar itu, Naoki hanya mendesah. “Kau cepat sekali berubah pikiran.”

Lalu Kotoko teringat kalau hari ini hari Valentine. Ia bertanya pada Naoki, apakah ia ingat kalau ini hari Valentine? Naoki hanya menjawab. “Kenapa? Memangnya kau mau memberiku coklat?”

Kotoko: “Memangnya Irie-kun mengharapkan coklat dariku?”

“Tidak.”

ep04-20
Tapi begitu sampai rumah, Naoki memergoki coklat yang kotoko buat tergolek di dalam kulkas. Dimakannya coklat itu, tapi sayang rasanya mengerikan. Tapi bukannya dibuang, coklat itu malah dibawa Naoki dan terus menerus dipandanginya sambil memandang ke luar jendela yang bersalju. Hal yang sama dilakukan Kotoko. Kotoko juga memandang ke luar jendela sambil menerawang. Dua orang yang memandang ke luar jendela di kamar yang bersebelahan was just so beautiful.

ep04-21

***

Bersambung

Read next: Itazura na Kiss Love in Tokyo 1 episode 05

Read previous : Itazura na Kiss Love in Tokyo 1 episode 3

Lagi demen nonton dramanya the silly but cute Matsuda Ryuhei. Selalu terkagum-kagum sama versatilitas drama Jepang. Demen karakter tsundere, drama yang genrenya unik seperti Akumu-chan, juga suka ngeliat akting Kaku Kento di 1/2 Ranma Live action.
Share the loves of drama asia!
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://reviewdramaasia.com/2016/01/30/itazura-na-kiss-love-in-tokyo-recap-episode-04/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>